Eks Kepala Staf AU Era Assad Ditangkap Terkait Serangan Kimia

Rabu, 13/05/2026 13:29 WIB

Damasukus, Jurnas.com - Otoritas Suriah mengumumkan penangkapan mantan kepala staf angkatan udara di era Bashar al-Assad, yang sebelumnya dijatuhi sanksi oleh Uni Eropa atas keterlibatannya dalam berbagai serangan kimia.

Sejak penggulingan Assad pada Desember 2024, pemerintahan baru Suriah yang dipimpin kelompok Islamis secara berkala mengumumkan penangkapan para pejabat militer dan keamanan yang terlibat dalam kekejaman selama perang saudara yang berlangsung lebih dari satu dekade.

Bulan lalu, otoritas setempat bahkan telah memulai persidangan pertama bagi tokoh-tokoh senior tersebut sebagai bagian dari komitmen untuk memberikan keadilan bagi para korban dan keluarga mereka.

"Jayez Al-Moussa, kepala staf angkatan udara selama era rezim sebelumnya, telah ditangkap dalam sebuah operasi keamanan," bunyi pernyataan resmi kementerian dalam negeri Suriah dikutip dari AFP pada Rabu (13/5).

Moussa mengabdi selama lebih dari empat dekade di militer Suriah di bawah dinasti Assad. Setelah perang saudara pecah pada 2011, dia memegang komando divisi ke-20 yang mengelola enam bandara militer, sebelum akhirnya menjabat sebagai kepala staf angkatan udara pada awal 2015.

Dalam perjalanannya, dia sempat bertanggung jawab mengoordinasikan operasi dengan pasukan Rusia yang melakukan intervensi militer untuk membela Assad pada tahun yang sama.

Setelah pensiun pada 2016, Moussa ditunjuk menjadi gubernur di provinsi Hasakah, Suriah timur laut. Dia dikenal memiliki loyalitas mutlak kepada Assad dan kerap menyerukan penumpasan terhadap lawan-lawan sang pemimpin lama.

Uni Eropa memasukkan nama Moussa ke dalam daftar sanksi pada 2017. Lembaga tersebut menyatakan bahwa Moussa bertanggung jawab atas penindasan dengan kekerasan terhadap penduduk sipil di Suriah, termasuk penggunaan serangan senjata kimia selama masa jabatannya sebagai pimpinan angkatan udara.

Penangkapan Moussa menambah daftar panjang tokoh era Assad yang diringkus belakangan ini. Sebelumnya, otoritas Suriah juga mengumumkan penahanan dua mantan jenderal pada Jumat lalu, yang salah satunya dituduh terlibat dalam serangan kimia mematikan di pinggiran kota Damaskus pada 2013.

TERKINI
Kementerian ESDM Sebut Impor Minyak dari Nigeria Sudah Tiba Perang AS vs Iran Bayangi Pertemuan BRICS 2026 di New Delhi Dishub DKI Ambil Alih Sementara Pengelolaan Parkiran di Blok M Trump Akui Abaikan Ekonomi Warga AS demi Cegah Nuklir Iran