Rabu, 13/05/2026 09:54 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Menteri Kehutanan (Menhut) Republik Indonesia, Raja Juli Antoni menyampaikan komitmen kuat Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga kelestarian hutan dunia.
Hal tersebut Menhut Raja Juli sampaikan saat dirinya menghadiri Sidang ke-21 United Nations Forum on Forests (UNFF21) yang diselenggarakan di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Senin (11/5) waktu setempat.
Ia menyampaikan, Pengelolaan Hutan Lestari (Sustainable Forest Management) merupakan pilar integral bagi agenda nasional Indonesia. Komitmen ini mencakup aksi mitigasi iklim, konservasi keanekaragaman hayati, hingga penguatan ketahanan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan.
“Di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia terus memperkuat tata kelola hutan sebagai bagian tak terpisahkan dari aksi iklim global. Hutan bukan sekadar sumber daya, melainkan fondasi bagi keberlanjutan masa depan generasi kita dan ketahanan ekonomi bangsa,” kata Menhut.
Presiden Prabowo Punya Harta Rp2 Triliun, Didominasi Surat Berharga
Hormati Nelayan, Prabowo Tak Ingin Kapal Asing Ambil Ikan di Laut RI
Mengenal Tugas dan Fungsi Kampus, Bukan Sekadar Tempat Kuliah
Partisipasi Indonesia dalam UNFF21 ini menjadi momentum krusial untuk menunjukkan capaian nyata Indonesia dalam mempertahankan tutupan hutan nasional dan mempromosikan tata kelola hutan yang inklusif dan akuntabel kepada komunitas internasional.
Menhut juga menekankan bahwa perlindungan ekosistem hutan Indonesia dilakukan secara seimbang dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat tapak.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari (PHL), Laksmi Wijayanti, menyampaikan bahwa Sidang UNFF21 merupakan pertemuan tingkat tinggi PBB yang bertujuan untuk meningkatkan kerja sama politik dalam pengelolaan hutan dunia.
"Kehadiran Menteri Kehutanan di New York menegaskan posisi strategis Indonesia sebagai salah satu negara pemilik hutan tropis terbesar yang secara konsisten berada di barisan terdepan dalam solusi perubahan iklim berbasis alam,” ujarnya.
Mendampingi Menhut Raja Julu dalam Sidang Twenty-first United Nations Forum on Forests, turut hadir Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari, dan Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan sebagai bagian dari delegasi Republik Indonesia.