Rabu, 12/08/2026 08:23 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi mendorong pengalaman pembangunan China menjadi salah satu referensi dalam mengembangkan kawasan transmigrasi di Indonesia.
Dorongan itu disampaikan Wamentrans Viva Yoga dalam Overseas Seminar on China’s Development Model yang digelar di Balai Makarti, Kantor Kementerian Transmigrasi, Kalibata, Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Seminar tersebut merupakan hasil kerja sama Kementerian Transmigrasi dengan Universitas Peking, China. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang transfer pengetahuan dan berbagi pengalaman mengenai pembangunan kawasan di berbagai wilayah China.
“Model pembangunan di China bisa menjadi inspirasi dalam membangun kawasan transmigrasi,” ujar Viva Yoga.
Kemenkes Minta TEP 2026 Petakan Persoalan Kesehatan di Kawasan Transmigrasi
BPKP Minta TEP 2026 Bangun Rantai Pasok Kawasan Transmigrasi
Kemenkop Dorong TEP 2026 Jadi Agen Perubahan Koperasi Kawasan Transmigrasi
Menurutnya, pembangunan kawasan transmigrasi tidak cukup hanya berfokus pada pemindahan penduduk. Program tersebut merupakan bagian dari pembangunan nasional yang mencakup pengembangan sumber daya manusia, wilayah, ekonomi, produk unggulan hingga industrialisasi.
“Pembangunan di kawasan transmigrasi mencakup pembangunan sumber daya manusia, wilayah, ekonomi, produk unggulan, hingga pentingnya industrialisasi,” katanya.
Wamentrans menilai pengalaman China perlu dipelajari secara kritis dan disesuaikan dengan kondisi Indonesia. Model pembangunan yang diterapkan di China, harus diselaraskan dengan kondisi ekonomi, sosial dan budaya masyarakat di masing-masing kawasan transmigrasi.
Penyesuaian tersebut dinilai penting agar pengalaman pembangunan China tidak sekadar ditiru, tetapi dapat memberikan perspektif dan alternatif dalam merancang model pengembangan kawasan transmigrasi di Indonesia.
Wamentrans mengatakan China memiliki pengalaman pembangunan yang mampu membawa negara tersebut menjadi salah satu kekuatan dunia dalam berbagai bidang.
“Dalam seminar ini kita pelajari berbagai aspek pengalaman China dalam membangun wilayahnya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wamentrans menekankan bahwa transmigrasi memiliki cakupan yang jauh lebih luas daripada sekadar memindahkan penduduk dari satu wilayah ke wilayah lain.
Menurutnya transmigrasi yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia, tak hanya sekadar memindahkan penduduk. Transmigrasi merupakan pembangunan nasional yang didalamnya ada keterlibatan pemerintah daerah, pembangunan ekonomi, sumber daya manusia, dan masyarakat.
“Dengan kerja sama Kementrans-Universitas Peking, kita dapat sudut pandang baru dalam membangun kawasan atau wilayah,” kata Viva Yoga.
Karena itu, seminar tersebut tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan akademis. Pemerintah berharap pertukaran pengetahuan dengan Universitas Peking menghasilkan gagasan praktis yang dapat mendukung percepatan pembangunan kawasan transmigrasi.
Hadir dalam seminar itu National School of Development Peking University Professor Lei Xiaoyan dan Proffessor Deng Ziliang serta Counsellor Wu Zhiwei.
Kegiatan ini juga disebut menjadi bagian dari upaya Kementerian Transmigrasi menggunakan pendekatan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam pembangunan kawasan.
“Hari ini kita bersinergi dengan perguruan tinggi dari luar negeri, China,” ujar Viva Yoga.
Ia berharap seminar tersebut menghasilkan pengetahuan dan gagasan yang dapat menjadi inspirasi dalam pengembangan kawasan transmigrasi Indonesia ke depan.