Kemenko PM Luncurkan Program Perintis Berdaya Connect untuk Perkuat UMKM

Selasa, 12/05/2026 17:59 WIB

Bandung, Jurnas.com - Kementerian Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) meluncurkan program Perintis Berdaya Connect yang menandai babak baru upaya pemerintah memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pendekatan konektivitas dan pemberdayaan berbasis ekosistem.

Program ini diluncurkan oleh Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison di Creative Hub, Bandung, Jawa Barat, Selasa (12/15/2026).

Leontinus menyebut program tersebut hadir sebagai ekosistem terpadu yang mempertemukan antara pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), ekonomi kreatif, dan koperasi dengan mitra strategis untuk mencapai kemandirian ekonomi melalui partisipasi publik yang aktif.

Perintis Berdaya Connect adalah jembatan nyata agar masyarakat tidak selamanya bergantung pada bantuan sosial, melainkan mampu naik kelas menjadi penggerak ekonomi,” ujar Leontinus.

Sebagai bentuk komitmen terhadap partisipasi publik, Leontinus juga membuka sesi dialog bertajuk, ‘Dari Ruang Menjadi Peluang, Orkestrasi Ekosistem Usaha Masyarakat’ bersama para pelaku usaha untuk mendengar langsung aspirasi mereka.

"Presiden Prabowo telah memberikan arahan yang sangat jelas, yaitu UMKM harus diperkuat sebagai fondasi ketahanan ekonomi nasional. Melalui dialog ini, kami ingin memastikan bahwa kebijakan yang kami ambil benar-benar relevan dengan kebutuhan Bapak/Ibu sekalian,” kata Leontinus.

Selain dialog bersama para pengusaha UMKM, kegiatan dilanjutkan dengan sesi Business Matching yang memfasilitasi pengusaha UMKM dan ekonomi kreatif berkonsultasi dengan para ahli dan dijalankan dengan prinsip People, Process, and Technology.

Mereka juga dapat mengurus kelengkapan legalitas usaha, mulai dari Standar Nasional Indonesia (SNI), sertifikasi Halal, hingga pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

"Aspirasi yang muncul dalam dialog tadi menunjukkan bahwa pelaku usaha butuh solusi cepat dan nyata. Oleh karena itu, kami memastikan adanya output konkret hari ini yang langsung diwujudkan melalui pelaksanaan business matching ini,” ujarnya.

“Fokus kita adalah percepatan legalitas, SNI, sertifikat halal, dan HAKI untuk memberikan perlindungan 360° bagi para pelaku UMKM agar mereka benar-benar aman dan berdaya saat mengomersialkan produknya," dia menambahkan.

Salah satu pelaku usaha asal Bandung, Alhar PP mengaku sangat mengapresiasi kegiatan ini dikarenakan dapat menyerap ilmu baru dari para ahli.

"Kami sangat senang dapat berdialog langsung dengan Deputi Kemenko PM. Masukan kami didengar, dan langsung disambungkan dengan solusi melalui pelatihan dan business matching pengurusan sertifikasi ini," kata (nama TBC).

Kemenko PM menyatakan bahwa model Perintis Berdaya Connect akan direplikasi ke berbagai wilayah di Indonesia sebagai bagian dari target Kabinet Merah Putih dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berdaya saing global.

TERKINI
Presiden Prabowo Punya Harta Rp2 Triliun, Didominasi Surat Berharga Kemendes dan ID SEED Kolaborasi Ekspor Hasil Hilirisasi Desa Lewat Diaspora KPK Cecar Eks Stafsus Yaqut Cholil soal Aliran Uang Korupsi Kuota Haji Eks Petinggi Pertamina Divonis 6 Tahun Penjara Korupsi Minyak Mentah