Ini Sejarah dan Makna Pesta Babi bagi Masyarakat Papua

Sabtu, 09/05/2026 03:03 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Tradisi pesta babi di Papua kembali menjadi sorotan publik dan ramai diperbincangkan di media sosial dalam beberapa waktu terakhir.

Banyak warganet penasaran dengan makna di balik tradisi tersebut setelah sejumlah video perayaan adat di berbagai wilayah Papua viral di TikTok, Instagram, hingga YouTube.

Di balik kemeriahannya, pesta babi ternyata memiliki nilai budaya, sosial, dan spiritual yang sangat penting bagi masyarakat Papua.

Pesta babi merupakan tradisi adat yang telah berlangsung turun-temurun di sejumlah suku di Papua, terutama di wilayah pegunungan seperti suku Dani, Lani, dan Yali.

Dalam budaya masyarakat Papua, babi bukan sekadar hewan ternak, melainkan simbol kekayaan, kehormatan, persaudaraan, hingga alat pembayaran adat.

Tradisi ini biasanya digelar dalam berbagai momen penting, mulai dari pesta pernikahan, syukuran, penyambutan tamu besar, pelantikan kepala suku, hingga upacara perdamaian antarkelompok masyarakat.

Pesta babi juga sering hadir dalam perayaan besar seperti festival budaya dan acara keagamaan.

Dalam pelaksanaannya, masyarakat akan berkumpul bersama untuk memasak babi menggunakan metode tradisional bakar batu atau barapen.

Batu-batu dipanaskan terlebih dahulu menggunakan kayu bakar, lalu daging babi, ubi, sayuran, dan berbagai bahan makanan lainnya dimasukkan ke dalam lubang tanah dan ditutup hingga matang.

Tradisi bakar batu ini bukan hanya soal makan bersama, tetapi juga menjadi simbol persatuan dan gotong royong.

Seluruh warga kampung biasanya ikut terlibat, mulai dari menyiapkan kayu, batu, hingga memasak makanan secara bersama-sama.

Sejumlah antropolog dan peneliti budaya menyebut pesta babi memiliki fungsi sosial yang kuat dalam kehidupan masyarakat Papua.

Tradisi tersebut menjadi media untuk mempererat hubungan antarkeluarga, menyelesaikan konflik, hingga memperkuat solidaritas komunitas.

Di beberapa daerah, jumlah babi yang dipotong dalam pesta adat bahkan menunjukkan status sosial dan penghormatan kepada tamu yang hadir. Semakin besar pesta yang digelar, semakin tinggi pula penghargaan terhadap acara tersebut.

Meski begitu, perkembangan zaman membuat tradisi pesta babi kini mulai mengalami perubahan. Beberapa masyarakat mulai menyesuaikan pelaksanaan adat dengan kondisi ekonomi dan lingkungan.

Namun nilai kebersamaan dan penghormatan terhadap budaya leluhur tetap dipertahankan.

Budayawan Papua menilai viralnya pesta babi di media sosial dapat menjadi momentum untuk mengenalkan kekayaan budaya Papua kepada masyarakat luas.

Namun mereka juga mengingatkan agar publik tidak hanya melihat tradisi tersebut sebagai hiburan semata, melainkan memahami nilai sejarah dan filosofi yang terkandung di dalamnya.

TERKINI
Apa yang Terjadi Jika Berhenti Minum Kopi Selama Dua Minggu? 5 Wisata Alam di Pati yang Wajib Dikunjungi saat Liburan Mengulik Sejarah Nama Kabupaten Pati di Jawa Tengah Pemerintah Perkuat Satgas Haji Nonprosedural, 80 Keberangkatan WNI Ditunda