Anggota TNI Acak-acak Warung Toko di Kemayoran Perkara Admin Qris

Selasa, 05/05/2026 20:04 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Toko kelontong di Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat diacak-acak bermula dari perselisihan antara satu anggota TNI AD dengan dua orang penjaga toko tersebut.

Salah satu warga Maya, 40 mengatakan peristiwa terjadi pada Minggu 3 Mei 2026 di sebuah toko bernama `Adi Jaya` yang berada di Jalan Kodam Raya. Kejadian selepas ashar. Maya sendiri mendatangi lokasi setelah mendengar ada keributan.

Namun, setelah peristiwa Maya mendapat cerita dari pemilik toko dan penjaga toko tersebut. "Kejadiannya karena QRIS, setahu saya. Gara-gara QRIS," ucap Maya di rumahnya pada Selasa 5 Mei 2026.

Berawal, seorang anggota TNI AD membeli rokok di Toko Adi Jaya pada Minggu sore. Ia hendak membayar menggunakan QRIS karena tidak membawa uang cash.

Saat itu, penjaga toko menjelaskan jika pembayaran secara online tersebut dikenai biaya admin Rp 1.000. Menurut penuturan pemilik toko, penjaga toko sudah menjelaskan alasan adanya biaya admin.

"Sudah dijelaskan di depan kenapa kena biaya admin. Itu karena ada potongan dari adminnya dan segala macamnya. Penjaga toko juga sempat menyarankan agar pembayaran dilakukan secara tunai saja jika tidak mau ada biaya admin. Tapi pelakunya itu tidak bawa cash, sehingga dia cekcok," papar Maya.

Setelahnya, anggota TNI tersebut marah dan menyebut bahwa dia merupakan anggota satuan militer. Anggota TNI itu pun sempat mengancam agar penjaga warung jangan macam-macam kepada dirinya.

Mendengar ancaman itu, seorang penjaga toko perempuan berteriak. "Dikatakan, `Kalau kamu anggota, mau apa? Mau borgol saya?`, gitu. Terus terjadi cekcok, ya sudah akhirnya marah-marah," tutur Maya.

Mendengar hal itu, anggota TNI langsung memukul bagian wajah penjaga toko perempuan. Penjaga toko lain yang merupakan suami si perempuan pun melerai dan menangkis pukulan yang hendak dilayangkan untuk kedua kalinya.

Anggota TNI sempat didorong dan terjatuh tetapi akhirnya bangkit lagi. "Bangun lagi lalu mukul suaminya mbaknya tadi. Pukul-pukulan di situ. Habis itu mungkin dia belum puas, lalu ambil gas 3 kg langsung menghancurkan semuanya," jelas Maya.

Saat itu, Maya telah datang ke depan Toko Adi Jaya. Ia melihat anggota TNI sedang memukuli etalase rokok, etalase beras dan kulkas eskrim dengan tabung gas 3 kg.

Anggota TNI itu juga sempat masuk ke dalam toko untuk mengejar penjaga toko laki-laki yang membela istrinya. "Oknumnya mengejar juga ke dalam buat hantam pakai gas. Jadi gontok-gontokan gitu di dalam," tutur Maya.

Kemudian, prajurit TNI pulang ke markas yang tidak jauh dari lokasi. Diduga saat itu si prajurit mengajak teman-temannya untuk datang ke lokasi toko.

Tidak lama berselang, prajurit TNI datang kembali ke Toko Adi Jaya. Bersama dirinya datang pulang lebih dari 10 pria yang diduga juga merupakan anggota TNI. Mereka kemudian mengeroyok pria penjaga toko.

"Penjaga toko disuruh keluar, dipukuli. Dia luka-luka di muka, kaki dan badan yang saya lihat," ungkap Maya.

Diduga, pengeroyokan terjadi karena prajurit TNI mengadukan dia ditusuk oleh penjaga toko. Maya pun sempat melihat anggota TNI membuka baju dan memperlihatkan luka di perut.

"Terus akhirnya teman-temannya geram, langsung dihancurkan lagi toko. Katanya sih dengar-dengar ada penusukan,” kata Maya.

Maya mengatakan, dirinya mendengar dari dalam pihak toko bahwa tidak benar ada penusukan. Dari keterangan pihak toko, anggota TNI AD tersebut luka karena kena barang yang dipegangnya sendiiri. “Gunting atau apa gitu,” ucapnya.

TERKINI
Hari Ini, Rawit Merah Rp63.850 per Kilogram BGN Sebut MBG Laboratorium Bagi Kampus, Semua Fakultas Bisa Terlibat Legislator PKB: Skandal Seksual di Pesantren Pati Pelanggaran HAM Berat Naik Rp30.000, Harga Emas Antam jadi Rp2,79 Juta per Gram