Berkat Revitalisasi, Siswa di NTT Tak Lagi Belajar di Tanah

Selasa, 05/05/2026 21:55 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Program Revitalisasi Satuan Pendidikan membawa berkah bagi Verona Keren Balol, murid SMA Negeri 3 Kalabahi, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sebelum sekolahnya direvitalisasi, Verona mengaku sekolah hanya belajar beralaskan tanah dan rotan. Sehingga, suasana pembelajaran jauh dari kata nyaman.

Inilah yang menjadi pesan Verona ketika membacakan surat terima kasihnya kepada Presiden Prabowo Subianto atas hasil revitalisasi sekolahnya di hadapan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti.

"Sekolah kami berada di pelosok negeri, sebelum ada bantuan ini kami hanya belajar beralaskan tanah dan rotan. Sekali lagi, terima kasih untuk Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Abdul Mu’ti atas program revitalisasi ini," kata Verona.

Di podium panggung peresmian revitalisasi tersebut, Verona mengucapkan terima kasih karena rintihan dan keluhannya bersama warga sekolahnya akhirnya didengar.

Kini, ada harapan baru bagi sekolahnya yang sudah mendapatkan bantuan dana Revitalisasi, sehingga kelas yang tidak layak tersebut berubah menjadi ruang belajar yang aman, nyaman dan menyenangkan.

“Mimpi kami akhirnya terwujud, ruangan baru, meja baru, kursi baru, semuanya baru. Dan tentunya semangat yang baru. Semangat untuk menggapai mimpi meraih cita, hari depan yang penuh harapan,” kata Verona dengan penuh haru.

Sementara itu, Leti Waang, Kepala SMAN 3 Kalabahi, menuturkan sangat bersyukur apa yang dilakukan muridnya menjadi inspirasi untuk banyak orang. Pada awalnya, dia hanya sekadar membuat video ucapan terima kasih biasa, setelah itu ia dihubungi oleh tim Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), Provinsi NTT, untuk meminta izin agar videonya diunggah di media sosial BPMP NTT.

“Kurang dari satu jam, video tersebut terunggah ulang di hampir seluruh media sosial Instagram BPMP. Sampai akhirnya hal tersebut sampai di Presiden Prabowo Subianto dan mendapatkan atensi dari banyak khalayak dan Kantor Staf Kepresidenan RI,” ujar Leti.

Terkait bantuan revitalisasi 2025, sekolahnya mendapatkan dana bantuan lebih dari Rp1 miliar untuk pembangunan dua ruang kelas baru, satu laboratorium komputer lengkap dengan perabot, serta fasilitas sanitasi.

Menurutnya, revitalisasi yang dilakukan Kemendikdasmen tidak hanya membawa perubahan pada infrastruktur pendidikan, tetapi juga sistem pengelolaan yang lebih transparan, partisipatif, dan berkeadilan.

Leti menjelaskan bahwa semua proses perencanaan, pengajuan, hingga pelaporan dilakukannya secara daring, sehingga ia sangat senang ada proses berkeadilan dalam pengelolaan revitalisasi ini. Dengan skema swakelola, Leti menuturkan bahwa revitalisasi sekolahnya dipengaruhi peran besar gereja beserta para jemaatnya.

“Masyarakat sekitar sekolah kami sangat terbantu dengan revitalisasi, gereja beserta jemaat merasa memiliki akan sekolah kami. Dengan adanya revitalisasi ini, kami berharap dapat kembali menampung banyak murid dan memberikan layanan pendidikan yang terbaik,” ujar dia.

Sementara itu, Menteri Abdul Mu’ti mengapresiasi cara Verona menggunakan wadah seni untuk mengekspresikan rasa terima kasihnya.

“Tanpa seni hati itu menjadi mati, tanpa seni dunia ini menjadi hambar. Ada seseorang yang berkata bahwa dengan ilmu semuanya menjadi mudah dan dengan seni semuanya menjadi indah,” tutup Mendikdasmen, Abdul Mu’ti.

TERKINI
AS-Iran Baku Tembak Lagi, Bantah Gencatan Senjata Berakhir Penyiksaan Berlanjut, Israel Perpanjang Penahanan Dua Aktivis Gaza Misbakhun: Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, Bukti Ketangguhan Nasional Mendiktisaintek Instruksikan Riset Pembangunan Tanggul Laut Pantura