Wabah Hantavirus Melanda Kapal Pesiar Atlantik, Tiga Orang Tewas

Senin, 04/05/2026 13:20 WIB

Cape Town, Jurnas.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Departemen Kesehatan Afrika Selatan melaporkan dugaan wabah infeksi hantavirus langka di atas kapal pesiar MV Hondius, yang tengah berlayar di Samudra Atlantik.

Menurut laporan, insiden ini telah menewaskan tiga orang, termasuk pasangan lansia, dan menyebabkan sedikitnya tiga orang lainnya jatuh sakit.

Kapal berbendera Belanda tersebut saat ini tertahan di lepas pantai Tanjung Verde, sebuah negara kepulauan di Afrika Barat. Otoritas setempat belum mengizinkan siapapun turun dari kapal, sementara dua kru yang jatuh sakit membutuhkan perawatan medis darurat.

“Penyelidikan mendetail sedang berlangsung, termasuk pengujian laboratorium lebih lanjut dan investigasi epidemiologis. Sekuensing virus juga tengah dilakukan,” kata WHO dikutip dari Associated Press pada Senin (4/5).

Hantavirus merupakan keluarga virus yang menyebar terutama melalui kontak dengan urin atau kotoran hewan pengerat seperti tikus. Virus ini sempat menjadi perhatian dunia setelah istri mendiang aktor Gene Hackman, Betsy Arakawa, meninggal akibat infeksi ini di New Mexico tahun lalu.

Meskipun jarang terjadi, WHO mencatat bahwa infeksi hantavirus dapat menular antarmanusia dan belum memiliki pengobatan atau penyembuhan spesifik.

Kronologi kejadian bermula sekitar tiga minggu lalu saat kapal bertolak dari Argentina untuk perjalanan menuju Antartika dan Kepulauan Falkland. Kemudian, seorang pria (70) dinyatakan meninggal di atas kapal dan jenazahnya diturunkan di wilayah Saint Helena.

Istri pria tersebut sempat pingsan di bandara Afrika Selatan saat hendak pulang ke Belanda, dan kemudian meninggal di rumah sakit. Sementara korban ketiga jenazahnya dilaporkan masih berada di atas kapal di Tanjung Verde.

Seorang pasien berkebangsaan Inggris saat ini berada dalam perawatan intensif di Johannesburg setelah dievakuasi dari wilayah Pulau Ascension. Departemen Kesehatan Afrika Selatan mengonfirmasi bahwa terdapat sekitar 150 penumpang di atas kapal tersebut.

Pihak Oceanwide Expeditions selaku operator kapal menyatakan prioritas mereka saat ini adalah memastikan kru yang sakit mendapatkan perawatan medis di Tanjung Verde.

Sementara itu, Institut Nasional untuk Penyakit Menular (NICD) di Afrika Selatan mulai melakukan pelacakan kontak di wilayah Johannesburg untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya orang lain yang terpapar oleh penumpang yang terinfeksi.

TERKINI
Jejak Dinosaurus Raksasa Berusia 120 Juta Tahun Kembali Ditemukan di Asia Tanker Terkena Proyektil di Pantai UEA, Seluruh Awak Selamat Bukan Sekadar Gelar, Ini Tanda-tanda Kemabruran Ibadah Haji Cegah Kecelakaan Jemaah Haji, Saudi Hadirkan Teknologi Canggih