Jum'at, 01/05/2026 16:02 WIB
Madrid, Jurnas.com - Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, mendesak Uni Eropa untuk segera menangguhkan perjanjian kerja sama dengan Israel. Langkah ini diambil menyusul laporan adanya penyerangan terhadap kapal kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang tengah berlayar menuju Jalur Gaza.
Melalui unggahan di media sosial X, Sanchez mengecam keras tindakan militer Israel yang dianggap telah melampaui batas kedaulatan wilayah laut.
“Israel sekali lagi melanggar hukum internasional dengan menyerang armada sipil di perairan yang bukan miliknya,” tulis Sanchez dikutip dari Middle East Monitor pada Jumat (1/5).
Pemerintah Spanyol menegaskan tengah melakukan segala upaya yang diperlukan untuk melindungi dan membantu warga negaranya yang ditahan dalam insiden tersebut.
Tolak Biaya Tambahan, Uni Eropa Serukan Akses Bebas di Selat Hormuz
Geopolitik Memanas, Erdogan Tak Diundang ke KTT Uni Eropa di Siprus
Uni Eropa Bakal Pulihkan Hubungan Diplomatik dengan Suriah
Meski demikian, Sanchez menekankan bahwa upaya diplomatik biasa tidaklah cukup. Dia mendesak Uni Eropa untuk memberikan sanksi tegas serta menuntut Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, agar menghormati hukum laut internasional.
Diketahui, Perjanjian Asosiasi Uni Eropa–Israel merupakan kerangka hukum utama yang mengatur hubungan ekonomi, perdagangan, dan ilmiah di antara kedua pihak sejak 2000.
Salah satu poin esensial dalam perjanjian tersebut menyatakan bahwa hubungan kedua belah pihak didasarkan pada penghormatan terhadap hak asasi manusia dan prinsip-prinsip demokrasi.
Komentar Sanchez muncul tak lama setelah peluncuran Misi Musim Semi 2026 oleh Global Sumud Flotilla dari Sisilia. Berbagai laporan menyebutkan bahwa kapal-kapal yang membawa aktivis kemanusiaan tersebut menjadi sasaran serangan di perairan internasional di lepas pantai Pulau Kreta.