Rabu, 29/04/2026 18:21 WIB
JAKARTA, Jurnas.com – Taruna dan dosen pelayaran Indonesia berpeluang melakukan magang, belajar, dan riset ke luar negeri, khususnya Panama, negara yang mengelola salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia.
Peluang tersebut dimungkinkan dengan adanya kolaborasi antara pemerintah Indonesia, khususnya Badan Pengembangan SDM Perhubungan (BPSDMP) Kementerian Perhubungan dengan pemerintah Panama.
Kolaborasi tersebut ditandai kunjungan Duta Besar RI untuk Panama Hendra Halim ke Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Indonesia, Selasa (28/4/2026).
“Kerja sama internasional seperti ini menjadi salah satu pilar strategis dalam penguatan kurikulum berbasis standar global, peningkatan kompetensi, serta mendorong inovasi di sektor transportasi,” ujar Kepala BPSDMP, Suharto di Jakarta, Rabu (29/4/2026).
ASDP Salurkan Bansos dan Gelar Pelatihan Kewirausahaan Masyarakat Bajoe
Perkuat Pembangunan Papua, Transmigrasi Patriot Dirancang Beri Dampak Nyata
Satgas PKH Didesak Sita Aset PT BS Kasus Lahan Ilegal di Rokan Hulu
Ia menambahkan bahwa kerja sama ini tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pembelajaran langsung dari praktik terbaik dunia, mulai dari manajemen pelabuhan, pengaturan lalu lintas kapal, hingga sistem logistik modern. Artinya, taruna Indonesia ke depan tak hanya belajar teori di kelas, tapi juga berpotensi merasakan pengalaman global.
Menurutnya, salah satu langkah konkret yang sudah berjalan adalah penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara STIP dan Universidad Marítima Internacional de Panamá (UMIP) pada 15 April 2026.
Ketua STIP, Tri Cahyadi, menyebut kerja sama ini membuka banyak peluang baru. Mulai dari pertukaran taruna dan dosen, pelatihan bersama, sampai riset maritim. Ini kesempatan besar untuk meningkatkan kompetensi dan wawasan global.
“Dengan skema ini, taruna Indonesia berpeluang mengikuti program internasional, memperluas jejaring, sekaligus meningkatkan daya saing saat masuk ke dunia kerja.” jelasnya.
Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Panama, Hendra Halim, menekankan pentingnya memanfaatkan posisi strategis Panama sebagai penghubung perdagangan global. Karena sebagai pengelola Terusan Panama, jalur vital yang dilalui ribuan kapal setiap tahun, negara tersebut dinilai memiliki pengalaman yang sangat relevan untuk dipelajari Indonesia.
“Saya berharap dengan pertemuan ini dapat menghasilkan langkah-langkah konkret dan perjanjian lanjutan yang memperkuat implementasi kerja sama serta memberikan manfaat nyata bagi kedua negara,” ungkapnya.