Inspiring Asia Micro Film Festival 2026 Rangkul Produksi Film AI

Rabu, 29/04/2026 11:53 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Inspiring Asia Micro Film Festival, kompetisi film pendek tahunan tingkat Asia yang mengangkat isu-isu sosial, kembali hadir. Dalam pelaksanaannya tahun ini, kompetisi tersebut untuk pertama kalinya merangkul film yang diproduksi melalui kecerdasan buatan (AI).

Kehadiran kategori ini diharapkan dapat mendorong inklusivitas dalam bercerita. Inovasi AI memungkinkan para kreator untuk meruntuhkan batasan produksi konvensional yang seringkali mahal dan rumit, sehingga mereka dapat berfokus sepenuhnya pada kekuatan pesan penguatan komunitas yang ingin disampaikan.

Head of Strategic & Impact Communications Tanoto Foundation, Deviani Wulandari, mengatakan festival ini sebagai platform strategis untuk mendorong pemberdayaan komunitas dalam isu-isu sosial, dengan mengangkat praktik baik yang ada.

"Banyak praktik baik di tingkat komunitas, baik dalam pengasuhan anak, pendidikan, maupun kesehatan, yang sebenarnya memiliki dampak nyata, namun belum banyak diketahui secara luas," kata Deviani Wulandari dalam keterangannya pada Rabu (29/4).

"Melalui pendekatan kreatif seperti film pendek, kami melihat peluang untuk mengangkat praktik-praktik tersebut agar dapat dipelajari, direplikasi, dan memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat," dia menambahkan.

Dari perspektif pengembangan generasi muda, Bakti Pendidikan Djarum Foundation menekankan pentingnya peran generasi muda dalam mengasah kepekaan sosial sekaligus kemampuan berpikir kritis di tengah perkembangan teknologi yang pesat.

"Pemimpin masa depan di era AI bukan hanya mereka yang mahir menggunakan teknologi, tapi mereka yang mampu menggali isu sosial dengan kritis dan empati, menawarkan gagasan yang relevan, dan menggerakkan orang lain untuk peduli," ujar Program Director Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Primadi H. Serad.

Senada dengan hal tersebut, Founder & CEO Campaign for Good, William Gondokusumo menyoroti film sebagai medium partisipatif yang mampu memperkuat keterlibatan publik dalam proses perubahan sosial. Menurut dia, film merupakan salah satu medium paling kuat untuk menggerakkan empati dan aksi nyata.

"Melalui Inspiring Indonesia, kami tidak hanya mengajak masyarakat untuk menonton, kami mengajak mereka untuk terlibat, memberikan suara, dan menjadi bagian dari perubahan. Inilah yang kami sebut community vetting, ketika komunitas turut menentukan siapa yang layak mendapat dukungan," kata William.

Kompetisi hasil kolaborasi Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Tanoto Foundation and Campaign for Good ini mengajak peserta untuk menghasilkan film pendek yang merekam dinamika, tantangan, dan dampak dari inisiatif komunitas.

Berbeda dari festival film pada umumnya, proses seleksi tidak sepenuhnya tertutup. Melalui mekanisme community vetting, karya yang lolos seleksi awal akan dipublikasikan dan dinilai juga berdasarkan dukungan publik, sebelum melalui kurasi dewan juri.

Pendekatan ini mendorong audiens untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga terlibat dalam proses seleksi karya yang dinilai relevan dan berdampak.

Dengan total hadiah sebesar Rp325.000.000, Inspiring Asia Micro Film Festival 2026 menghadirkan tiga kategori, yaitu:

1. Best Micro Film Award, karya film pendek yang menekankan kekuatan storytelling, kualitas sinematik, dan penguatan tema pemberdayaan komunitas, untuk pembuat film yang mampu menghadirkan cerita kuat melalui visual yang kreatif dan bermakna;

2. Best Project Award, proyek atau inisiatif pemberdayaan komunitas yang telah berjalan dan menunjukkan dampak sosial yang kuat, dengan solusi yang terbukti serta berpotensi untuk berkembang dan berkelanjutan, yang diangkat melalui film pendek, dan;

3. Best AI Film Award, karya film pendek berbasis AI yang menunjukkan kreativitas, kekuatan cerita, dan dampak sosial.

Finalis dari Indonesia akan melaju ke tingkat Asia dalam rangkaian Inspiring Asia Micro Film Festival 2026, dan berpeluang melaju ke Grand Final di Manila, Filipina, bersaing dengan peserta dari berbagai negara di Asia

Pendaftaran dibuka hingga 30 Juni 2026, dan terbuka bagi berbagai kalangan, dari pembuat film independen hingga organisasi masyarakat.

Sedangkan tahap seleksi hingga awarding akan dilaksanakan pada:

- Seleksi internal: 1 - 15 Juli 2026
- Pengumuman semi finalis dan onboarding: 16 - 20 Juli 2026
- Community vetting pada 21 Juli – 11 Agustus 2026
- Evaluasi dan penilaian akhir: 12 – 16 Agustus 2026
- Pengumuman finalis: 17 Agustus 2026
- Regional screening & awarding pemenang: September 2026.

TERKINI
Wamendikdasmen Pastikan Revitalisasi Hadirkan Ruang Belajar yang Nyaman Guru Daycare Tusuk Kepala Anak Berkebutuhan Khusus, Korban Trauma China Tangguhkan Izin Taksi Otonom pasca Insiden Mogok Massal Unik, Kafe di Swedia Ini Sepenuhnya Dikelola dan Dijalankan oleh AI