Trump Persilakan Iran Menelepon jika Ingin Berunding

Senin, 27/04/2026 14:25 WIB

Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa Iran dapat langsung menghubungi dirinya melalui telepon jika ingin merundingkan pengakhiran perang dua bulan terakhir.

Pernyataan ini muncul bertepatan dengan mendaratnya Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, di Rusia untuk menggalang dukungan dari Presiden Vladimir Putin.

Harapan untuk menghidupkan kembali upaya perdamaian sempat meredup pada Sabtu lalu, setelah Trump membatalkan kunjungan utusan seniornya, Steve Witkoff dan Jared Kushner, ke Islamabad.

Meskipun gencatan senjata saat ini menunda pertempuran skala penuh, kedua belah pihak masih terpaut jauh dalam isu-isu krusial seperti ambisi nuklir Iran dan akses navigasi di Selat Hormuz.

"Jika mereka ingin bicara, mereka bisa datang kepada kami, atau mereka bisa menelepon kami. Anda tahu, ada telepon. Kami memiliki saluran yang bagus dan aman," ujar Trump dalam program "The Sunday Briefing" di Fox News.

Dikutip dari Reuters pada Senin (27/4), Trump menegaskan syarat utama untuk pertemuan tersebut adalah kepastian bahwa Iran tidak akan memiliki senjata nuklir. Di sisi lain, Teheran tetap menuntut pengakuan Washington atas hak mereka untuk memperkaya uranium guna tujuan damai.

Sebuah laporan dari Axios menyebutkan bahwa Iran telah mengirimkan proposal baru melalui mediator Pakistan. Proposal tersebut mengusulkan pembukaan kembali Selat Hormuz dan pengakhiran perang, namun meminta agar negosiasi nuklir ditunda ke tahap berikutnya. Hingga saat ini, Gedung Putih belum memberikan komentar resmi terkait tawaran tersebut.

TERKINI
Hasan Nasbi Dilantik Jadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Presiden Prabowo Lantik Qodari jadi Kepala Bakom RI Dudung Abdurachman Resmi Jabat Kepala KSP Prabowo Lantik Jumhur Hidayat Jadi Menteri Lingkungan Hidup