Senin, 27/04/2026 13:42 WIB
Washington, Jurnas.com - Pemerintah Iran dikabarkan mengirimkan proposal terbaru kepada Amerika Serikat (AS) guna mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz.
Berdasarkan laporan Bloomberg pada Senin (27/4), yang mengutip pejabat AS, poin utama dalam rencana tersebut adalah usulan untuk menunda negosiasi nuklir demi fokus pada penghentian pertempuran secara permanen.
Proposal yang disampaikan melalui mediator Pakistan tersebut menyerukan perpanjangan masa gencatan senjata agar kedua belah pihak dapat merumuskan kesepakatan damai jangka panjang.
Dalam draf tersebut, Teheran mensyaratkan pembukaan blokade AS di Selat Hormuz terlebih dahulu sebelum pembahasan mengenai program nuklir dapat dilanjutkan di masa mendatang.
Trump Persilakan Iran Menelepon jika Ingin Berunding
Momen Donald Trump dan Istri Dievakuasi Usai Terdengar Suara Tembakan
AS Hadang Tanker Armada Bayangan Iran di Laut Arab
Gedung Putih mengonfirmasi telah menerima dokumen tersebut, namun belum memberikan kepastian apakah akan mengeksplorasi tawaran itu lebih jauh.
Presiden Donald Trump AS juga dijadwalkan menggelar pertemuan di Situation Room pada Senin (27/4) ini bersama jajaran pejabat keamanan nasional dan kebijakan luar negeri.
"Ini adalah diskusi diplomatik yang sensitif dan AS tidak akan bernegosiasi melalui pers. Seperti yang dikatakan Presiden, Amerika Serikat memegang kendali dan hanya akan membuat kesepakatan yang mengutamakan rakyat Amerika, serta tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir," ujar juru bicara Gedung Putih, Olivia Wales.
Kabar mengenai proposal baru ini langsung memberikan sentimen positif di pasar global pada perdagangan Senin (27/4). Harga minyak mentah mulai stabil dan bursa saham di Asia mencatatkan penguatan setelah sebelumnya upaya diplomasi sempat buntu selama akhir pekan.
Meskipun gencatan senjata sebagian besar masih bertahan sejak awal April, status Selat Hormuz tetap tidak dapat dilalui akibat blokade ganda. AS terus mencegat kapal yang menuju pelabuhan Iran, sementara Iran menggunakan armada nyamuk kapal cepatnya untuk menutup akses navigasi.