Sabtu, 25/04/2026 19:40 WIB
Islamabad, Jurnas.com - Sejumlah utusan Amerika Serikat dijadwalkan tiba di Pakistan pada Sabtu (25/4), sebagai upaya terbaru untuk menyelamatkan pembicaraan gencatan senjata dengan Teheran.
Upaya diplomatik ini dilakukan di tengah ketegangan yang masih menyelimuti kawasan, meskipun pertempuran besar saat ini sedang dalam status jeda.
Delegasi Amerika Serikat yang terdiri dari Steve Witkoff dan Jared Kushner akan mendarat di Islamabad. Kedatangan keduanya bertepatan dengan kunjungan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang telah berada di ibu kota Pakistan sejak Jumat malam untuk menemui para pemimpin politik dan militer setempat.
Meskipun terdapat upaya mediasi dari berbagai pihak, pemerintah Iran tetap pada pendiriannya untuk menutup pintu negosiasi langsung dengan perwakilan Amerika Serikat, sebagaimana dikutip dari Associated Press.
Bandara Imam Khomeini di Teheran Kembali Layani Rute Penerbangan
Biaya Perang Amerika Serikat terhadap Iran Tembus Rp1.000 Triliun
Bahas Gencatan Senjata, Menlu Iran Bertolak ke Pakistan
Di tengah upaya diplomatik tersebut, Iran mulai menunjukkan tanda-tanda normalisasi aktivitas sipil. Untuk pertama kalinya sejak konflik dengan AS dan Israel pecah sekitar dua bulan lalu, Teheran mengoperasikan kembali penerbangan komersial dari bandara internasionalnya.
Berdasarkan laporan televisi pemerintah Iran, jadwal penerbangan perdana mencakup rute menuju Istanbul, Muscat, dan Madinah meskipun masih bersifat terbatas.
Langkah pembukaan ruang udara ini dilakukan setelah Iran sebagian besar membuka jalur penerbangannya awal bulan ini, seiring berlakunya gencatan senjata yang menghentikan konfrontasi fisik antara kedua negara.
Kendati pertempuran mulai mereda, dampak ekonomi dari konflik ini terus membengkak. Penutupan Selat Hormuz dilaporkan masih mengganggu pengiriman energi global, yang memicu tekanan besar pada stabilitas ekonomi internasional.
Kunjungan sejumlah diplomat di Islamabad ini diharapkan mampu memecah kebuntuan dan memperkuat kerangka gencatan senjata yang masih rapuh.