Sabtu, 25/04/2026 19:30 WIB
Tel Aviv, Jurnas.com - Serangkaian serangan udara Israel di Jalur Gaza dilaporkan menewaskan sedikitnya 13 orang pada Jumat (24/4) waktu setempat. Di antara para korban terdapat seorang ibu yang sedang hamil anak kembar beserta dua anaknya, yang dimakamkan oleh pihak keluarga pada Sabtu (25/4).
Insiden tragis di Gaza Utara menimpa keluarga Khalid Al-Tanani di Beit Lahiya. Al-Tanani mengungkapkan bahwa empat proyektil menghantam kediamannya secara berturut-turut tanpa peringatan sebelumnya. Serangan tersebut menewaskan istrinya, Islam Al-Tanani, serta dua anaknya, Hamza (4) dan Naya (13).
“Pada tembakan pertama, alhamdulillah kami semua selamat dan saling memanggil. Lalu mereka menembakkan peluru kedua, ketiga, dan keempat secara berurutan. Suara mereka pun terhenti. Saya masuk dan menemukan istri saya telah syahid, serta putra saya Hamza dan Naya dalam pelukan ibunya,” ujar Al-Tanani dikutip dari Associated Press.
Selain di wilayah utara, serangan mematikan juga terjadi di wilayah selatan. Pejabat Rumah Sakit Nasser di Khan Younis melaporkan delapan orang tewas, termasuk empat petugas polisi, setelah kendaraan kepolisian menjadi target serangan Israel. Dua korban lainnya dilaporkan tewas dalam serangan terpisah di Kota Gaza.
Militer Israel menyatakan bahwa serangan di Gaza Utara dilakukan setelah memberikan peringatan kepada warga sipil dan menargetkan sejumlah militan yang mengancam pasukan mereka.
Namun, pihak keluarga membantah adanya peringatan tersebut. Sementara untuk serangan di Khan Younis yang menewaskan delapan orang, militer Israel belum memberikan komentar resmi.
Meskipun gencatan senjata telah berlaku sejak 10 Oktober tahun lalu, gelombang serangan udara terus mengguncang Gaza dan mengganggu ketenangan warga. Data Kementerian Kesehatan Gaza mencatat lebih dari 790 warga Palestina tewas sejak gencatan senjata dimulai enam bulan lalu.
Hingga saat ini, total korban tewas di pihak Palestina sejak awal perang pada 7 Oktober 2023 dilaporkan mencapai 72.300 jiwa. Konflik ini bermula ketika serangan yang dipimpin Hamas ke wilayah selatan Israel menewaskan sekitar 1.200 orang, yang sebagian besar adalah warga sipil.