AS Sanksi Kilang Minyak China usai Beli Minyak dari Iran

Sabtu, 25/04/2026 17:38 WIB

Washington, Jurnas.com - Pemerintah Amerika Serikat resmi menjatuhkan sanksi terhadap kilang minyak independen asal China atas tuduhan pembelian minyak Iran senilai miliaran dolar.

Langkah ini diumumkan pada Jumat waktu setempat, bertepatan dengan persiapan Washington dan Teheran untuk memasuki babak baru pembicaraan damai pada akhir pekan ini, menurut laporan Reuters pada Sabtu (25/4).

Departemen Keuangan AS secara khusus menyasar Hengli Petrochemical (Dalian) Refinery, yang disebut sebagai salah satu pelanggan terbesar minyak mentah dan produk petrokimia Iran.

Selain itu, Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri (OFAC) juga memberlakukan sanksi terhadap sekitar 40 perusahaan pelayaran dan kapal yang beroperasi sebagai bagian dari armada bayangan Iran.

Merespons hal tersebut, Kedutaan Besar China di Washington mendesak AS untuk tidak merusak perdagangan normal, dan berhenti menyalahgunakan instrumen sanksi terhadap perusahaan China.

"Kami menyerukan kepada AS untuk berhenti mempolitisasi masalah perdagangan serta iptek dan menggunakannya sebagai senjata, serta berhenti menyalahgunakan berbagai jenis sanksi untuk memukul perusahaan-perusahaan China,” tegas juru bicara Kedutaan Besar China dalam sebuah pernyataan resmi.

Sanksi ini menambah daftar panjang kilang independen China yang diblokir oleh Washington, setelah sebelumnya Hebei Xinhai Chemical Group dan dua kilang lainnya di Shandong juga dijatuhi hukuman serupa tahun lalu.

Kebijakan tersebut terbukti menyulitkan operasional kilang yang mencakup seperempat kapasitas pemurnian minyak di China, terutama dalam penerimaan pasokan dan penjualan produk olahan di tengah lemahnya permintaan domestik.

Meski sanksi ini memblokir aset dan melarang warga AS berbisnis dengan entitas terkait, para pakar menilai efektivitasnya terbatas karena kilang independen umumnya memiliki eksposur kecil terhadap sistem keuangan AS.

TERKINI
Michael Wattimena Ingin PIKI jadi Kekuatan Intelektual yang Progresif Bolehkah Haji dengan Uang Kredit? Ini Penjelasan Ulama soal Status "Mampu" Daycare Jangan Sekadar Mengasuh Anak, Harus Bangun Bonding Trump Kirim Utusan ke Pakistan, Lanjutkan Perundingan Gencatan Senjata