DPR Minta Pemerintah Proaktif Cegah Dampak Konflik Selat Hormuz

Jum'at, 24/04/2026 12:44 WIB

 

Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini mendorong pemerintah memperkuat diplomasi preventif dalam merespons eskalasi geopolitik yang kian memanas, khususnya di kawasan Selat Hormuz.

Menurutnya, ketegangan antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran berpotensi memicu konflik terbuka yang berdampak luas terhadap stabilitas kawasan hingga distribusi energi global.

“Indonesia perlu memperkuat diplomasi preventif melalui jalur bilateral maupun multilateral, termasuk mendorong de-eskalasi antara pihak-pihak yang berkonflik seperti Iran dan negara-negara Barat,” ujar Amelia dalam keterangan resminya, Jumat (24/4).

Ia menegaskan, langkah tersebut penting guna mencegah konflik terbuka yang dapat mengganggu stabilitas kawasan dan kepentingan global.

Amelia mengingatkan, Selat Hormuz merupakan salah satu choke point paling vital di dunia yang dilintasi sekitar sepertiga perdagangan minyak global. Karena itu, setiap instabilitas di kawasan tersebut akan berdampak langsung terhadap keamanan energi, termasuk bagi Indonesia.

“Hemat saya, Indonesia perlu memanfaatkan posisinya di berbagai forum internasional sebagai credible middle power yang konsisten mengedepankan perdamaian,” katanya.

Legislator NasDem ini juga mendorong pemerintah meningkatkan kesiapsiagaan dalam melindungi warga negara Indonesia (WNI) dan aset nasional di kawasan Timur Tengah, termasuk menyiapkan skenario evakuasi darurat.

“Peningkatan kapasitas diplomasi pertahanan, termasuk confidence-building measures dengan negara-negara kawasan, perlu diperkuat guna mempertegas posisi Indonesia sebagai stabilizer, bukan partisan actor,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menilai Indonesia perlu kembali memainkan peran historis sebagai motor perdamaian dunia, sebagaimana semangat yang pernah diwujudkan dalam Konferensi Asia-Afrika 1955.

“Dalam situasi global yang semakin terfragmentasi, semangat Konferensi Asia-Afrika perlu direaktualisasi melalui inisiatif konkret seperti mediasi, fasilitasi dialog, hingga penguatan norma internasional berbasis hukum,” jelasnya.

Amelia menambahkan, sikap Indonesia ke depan harus lebih proaktif, tidak sekadar reaktif terhadap dinamika global.

“Indonesia harus menjaga jarak dari konflik, memperkuat ketahanan nasional, dan secara simultan mengartikulasikan kepemimpinan moral dalam mendorong perdamaian global,” pungkasnya.

 

 

 

TERKINI
KPK Periksa 4 Biro Travel Terkait Korupsi Kuota Haji Setop Spekulasi Kelangkaan Plastik, Wamenperin: Tidak Perlu Khawatir KPK Periksa 6 Saksi untuk Hitung Kerugian Negara Korupsi Proyek Mempawah Viva Yoga Ingatkan Kader HMI Tetap Jaga Independensi Etis dan Organisatoris