DPR Minta IPU Pimpin Aksi Hentikan Agresi dan Redam Konflik Timur Tengah

Jum'at, 24/04/2026 11:33 WIB

 

Jakarta, Jurnas.com - Utusan Tetap Inter-Parliamentary Union (IPU) untuk Urusan Timur Tengah dari DPR RI, Jazuli Juwaini mendesak organisasi parlemen dunia itu mengambil langkah konkret guna menghentikan agresi dan meredam eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Dalam pernyataannya pada forum sidang IPU, Jazuli menegaskan bahwa konflik yang berlangsung saat ini tidak lagi bersifat lokal, melainkan telah berkembang menjadi krisis regional yang melibatkan berbagai negara serta aktor global.

Ia menilai akar persoalan utama berada pada agresi Israel terhadap Palestina yang dinilai terus memicu siklus kekerasan berkepanjangan. Menurutnya, selama penjajahan dan tindakan kekerasan terhadap Palestina belum dihentikan, stabilitas kawasan akan sulit tercapai secara menyeluruh.

“Selama akar konflik ini tidak diselesaikan, maka perdamaian hanya akan bersifat semu. Kemerdekaan Palestina menjadi kunci untuk memutus rantai kekerasan tersebut,” ujar Jazuli, Jumat (24/4).

Lebih lanjut, ia juga menyoroti meningkatnya ketegangan antara Israel dan Iran yang dinilai memperparah situasi keamanan kawasan. Eskalasi tersebut, kata dia, telah merembet ke sejumlah negara lain, termasuk kawasan Teluk, dengan dampak yang semakin luas.

Menurut Jazuli, konflik yang meluas tidak hanya berdampak pada aspek keamanan, tetapi juga memicu krisis di sektor ekonomi, energi, hingga stabilitas sosial. Jalur perdagangan strategis terganggu, ketegangan geopolitik meningkat, serta risiko konflik terbuka kian besar.

Ia menekankan bahwa pendekatan militer bukan solusi, melainkan justru memperbesar penderitaan manusia. Korban jiwa yang terus bertambah, gelombang pengungsi, serta kerusakan infrastruktur disebutnya sebagai bukti nyata bahwa konflik ini telah menjadi tragedi kemanusiaan global.

Karena itu, Jazuli mendorong IPU untuk tidak berhenti pada pernyataan politik semata, melainkan memimpin langkah global yang terkoordinasi dalam menghentikan agresi dan mendorong perdamaian.

Ia juga menyerukan agar seluruh pihak terkait, termasuk Amerika Serikat, Israel, dan Iran, kembali ke meja perundingan serta menjunjung tinggi hukum internasional tanpa standar ganda.

Menurutnya, kegagalan dalam menegakkan hukum internasional selama ini justru menjadi salah satu faktor yang memperpanjang konflik di Timur Tengah.

 

 

 

TERKINI
KPK Pastikan Bongkar Peran Bos Maktour di Sidang Korupsi Kuota Haji Samin Tan Kasih Setoran ke Kepala KSOP untuk Loloskan Kapal Batubara KPK Cecar Khalid Basalamah terkait Pembahasan Pembagian Kuota Haji Iran Beri Pengecualian Tarif Selat Hormuz bagi Rusia