Pecat Pelatih, John Terry Sebut Masa Depan Chelsea Belum Jelas

Kamis, 23/04/2026 14:14 WIB

London, Jurnas.com - Legenda Chelsea, John Terry, secara terbuka mengungkapkan rasa frustrasi dan kekhawatiran yang mendalam mengenai masa depan mantan klubnya setelah pemecatan pelatih kepala Liam Rosenior.

Keputusan manajemen untuk mendepak Rosenior diambil hanya 106 hari setelah ia menggantikan Enzo Maresca dan menandatangani kontrak berdurasi enam tahun.

Pemecatan ini dipicu oleh performa buruk The Blues yang menelan lima kekalahan beruntun di liga tanpa mencetak satu gol pun, sebuah catatan terburuk dalam 114 tahun terakhir.

Kekalahan telak 3-0 dari Brighton pada Rabu (22/4), menjadi titik akhir bagi masa jabatan Rosenior, meninggalkan Chelsea di peringkat kedelapan klasemen dan tertinggal tujuh poin dari zona Liga Champions.

Menanggapi situasi yang kian merosot di Stamford Bridge, Terry mengunggah pesan yang cukup emosional melalui akun TikTok pribadinya.

Sosok yang kini menjabat peran konsultan paruh waktu di akademi Chelsea ini mempertanyakan daya tarik klub bagi manajer papan atas di tengah ketidakpastian skuad dan absennya mereka di kompetisi Eropa musim depan.

“Saya duduk di sini dengan rasa khawatir malam ini tentang apa yang akan terjadi dengan klub sepak bola kita. Melihat kita membutuhkan manajer setelah akhir pekan ini, saya tidak yakin kapan pemilik akan membuat keputusan dan mendatangkan manajer baru,” kata Terry dikutip dari Sportsmole pada Kamis (23/4)

Lebih lanjut, Terry menyoroti hambatan besar yang mungkin dihadapi klub dalam upaya membangun kembali kejayaan mereka, terutama terkait kebijakan transfer dan kepergian pemain kunci.

Ia meragukan apakah pelatih elit bersedia datang dalam kondisi klub yang saat ini tidak bisa membeli pemain dan bahkan kemungkinan harus menjual aset terbaiknya.

“Apakah manajer papan atas yang sesungguhnya akan datang ke Klub Sepak Bola Chelsea saat ini di posisi kita sekarang? Tidak bisa membeli pemain, terlihat seperti kita harus menjual secara potensial dan itu adalah pemain terbaik kita, yang mana selalu sulit,” ucapnya.

“Kita tidak akan bermain di kompetisi Eropa, saya harap saya salah. Benar-benar sangat frustrasi dan yang lebih penting, khawatir. Saya merasakan kemarahan, merasakan frustrasi dari para pendukung Chelsea,” tambahnya.

Meskipun merasa cemas, kapten legendaris yang telah melihat 17 manajer berbeda selama kariernya di Chelsea ini meminta para pemain untuk menutup telinga dari segala kebisingan di luar lapangan.

Ia menekankan pentingnya fokus total pada pertandingan semifinal Piala FA melawan Leeds United di Wembley akhir pekan ini di bawah arahan pelatih interim Calum McFarlane.

“Namun dengarkan, saya telah melihat 17 manajer di era saya datang dan pergi sebagai kapten Chelsea. Apa yang harus dilakukan para pemain adalah bersatu dan benar-benar fokus pada pertandingan akhir pekan ini dan melupakan semua kebisingan di sekitar dan semuanya,” ujar Terry.

Terkait spekulasi mengenai keterlibatannya dalam staf kepelatihan tim utama, Terry mengonfirmasi bahwa hingga saat ini pihak BlueCo belum menghubunginya sama sekali.

Meski banyak laporan menyebutkan bahwa para pemain di ruang ganti akan menyambut baik kehadirannya, pria berusia 45 tahun itu tetap berkomitmen pada perannya di akademi.

“Saya tidak yakin seperti apa staf kepelatihan Calum nantinya, saya belum menerima telepon, saya belum menerima pesan. Saya akan melanjutkan peran saya di akademi, saya akan berada di akademi besok, ada beberapa pertandingan besar yang akan datang," kata Terry.

Sambil menanti keputusan manajemen, nama manajer Bournemouth yang akan segera hengkang, Andoni Iraola, santer disebut sebagai kandidat kuat pengganti Rosenior.

“Kita semua akan mendukung Calum, dia melakukan pekerjaan yang hebat saat bertandang melawan Man City sebelumnya dan kita akan mendukung para pemain karena itulah yang kita lakukan,” ucapnya.

Selain Iraola, beberapa nama lain seperti Eddie Howe, Francesco Farioli, hingga Filipe Luis dikabarkan turut masuk dalam radar pemantauan petinggi klub untuk memimpin proyek jangka panjang di London Barat.

TERKINI
Krisis Obat-obatan di Sudan Memburuk Akibat Perang AS vs Iran Jepang dan Saudi Kerja Sama Jaga Keamanan Selat Hormuz 8 Tips Penting Bagi Jemaah Haji Indonesia saat Berada dalam Pesawat AS Kecam Intimidasi China demi Gagalkan Perjalanan Presiden Taiwan