Perang Ganggu Pasokan, Harga Kondom Merek Ini Bakal Mahal

Selasa, 21/04/2026 23:17 WIB

Kuala Lumpur, Jurnas.com - Karex, produsen kondom terbesar di dunia yang berbasis di Malaysia, berencana menaikkan harga produknya sebesar 20 hingga 30 persen.

CEO Karex, Goh Miah Kiat, menyatakan pada Selasa (21/4) bahwa kenaikan ini bahkan bisa lebih tinggi jika gangguan rantai pasokan akibat perang Iran terus berlanjut.

Karex yang memproduksi lebih dari lima miliar kondom setiap tahunnya untuk merek-merek ternama seperti Durex dan Trojan serta program bantuan PBB, kini menghadapi lonjakan biaya operasional yang signifikan.

Krisis di Timur Tengah telah menghambat aliran energi dan petrokimia, yang berdampak pada pengadaan bahan baku seperti karet sintetis, nitril, aluminium foil, hingga minyak silikon.

"Situasinya saat ini sangat rapuh, harga-harga mahal. Kami tidak memiliki pilihan lain selain membebankan biaya tersebut kepada pelanggan saat ini," kata Goh Miah Kiat dikutip dari Reuters.

Selain kenaikan biaya produksi, Karex juga mencatatkan lonjakan permintaan kondom sekitar 30 persen pada 2026. Di sisi lain, stok global justru merosot tajam akibat pemotongan anggaran bantuan luar negeri yang besar, terutama oleh USAID pada 2025.

Masalah diperparah oleh kendala logistik. Pengiriman ke Eropa dan Amerika Serikat yang biasanya memakan waktu satu bulan, kini molor hingga hampir dua bulan.

"Kami melihat banyak sekali kondom yang tertahan di kapal-kapal yang belum sampai ke tujuannya, padahal sangat dibutuhkan. Banyak negara berkembang yang tidak memiliki stok cukup karena produk membutuhkan waktu lama untuk sampai ke sana," dia menambahkan.

Meskipun pasokan bahan baku perusahaan masih mencukupi untuk beberapa bulan ke depan, Karex berupaya meningkatkan output produksi guna memenuhi kebutuhan pasar dunia yang kian mendesak di tengah ancaman kelangkaan stok global.

TERKINI
Berbagai Manfaat Lari Pagi untuk Kesehatan Ini Amalan agar Keinginan Ibadah Haji Cepat Terkabul Wafat saat Menunggu Antrean Haji, Apakah Tetap Dapat Pahala? 22 April 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini