Menbud Nilai Bandung Spirit Tetap Relevan jadi Kompas Moral Dunia

Senin, 20/04/2026 07:11 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menilai Semangat Bandung atau Bandung Spirit yang lahir dari Konferensi Asia-Afrika tetap relevan sebagai kompas moral di tengah dinamika global yang semakin tidak pasti.

"Di tengah dunia yang semakin tidak pasti, Bandung Spirit justru menjadi relevan sebagai kompas moral. Jika kita ingin membangun perdamaian berkelanjutan maka kita harus melindungi kebudayaan," kata Menbud pada Perayaan 71 Tahun Konferensi Asia-Afrika di Bandung, Minggu (18//4).

Menurut Menbud Fadli, kebudayaan harus ditempatkan sebagai instrumen utama diplomasi untuk memperkuat solidaritas dan persahabatan antarbangsa, khususnya di kawasan Asia dan Afrika.

Ia mengatakan dalam dunia yang semakin tanpa batas, kebudayaan memiliki dua peran penting, yakni sebagai benteng untuk menjaga jati diri bangsa sekaligus sebagai jembatan untuk membuka dialog internasional.

Menbud Fadli juga menekankan pentingnya melindungi kebudayaan sebagai bagian dari upaya membangun perdamaian berkelanjutan.

"Kita harus memastikan bahwa tidak ada perang yang menghapus sejarah suatu bangsa, tidak ada dominasi yang membungkam identitas, dan tidak ada sistem global yang mengabaikan suara mereka yang lemah," katanya.

Ia menyampaikan bahwa Konferensi Asia-Afrika yang telah berlangsung 71 tahun silam merupakan tonggak penting diplomasi dunia.

Dari forum tersebut, lahir prinsip-prinsip Dasasila Bandung yang mendorong solidaritas, kerja sama, dan menjadi cikal bakal Gerakan Non-Blok, serta mengawal perjuangan kemerdekaan bangsa-bangsa terjajah.

"Semangat solidaritas, kesetaraan, dan kerja sama antarbangsa harus terus digaungkan sebagai kekuatan moral menghadapi dunia yang semakin terfragmentasi," kata Fadli.

Ia mendorong penguatan kerja sama kebudayaan antarnegara Asia dan Afrika melalui pertukaran pengetahuan, pelestarian warisan budaya, serta solidaritas dalam menghadapi tantangan global.

"Bahwa perbedaan antarbangsa tidak menjadi sumber perpecahan, tetapi menjadi kekuatan untuk membangun dunia yang lebih adil, damai, dan beradab," katanya. (Ant)

TERKINI
Ilmuwan Kini Bisa "Mengedit" Sirkuit Otak untuk Meningkatkan Daya Ingat Studi: Kesepian Bisa Ganggu Daya Ingat, tapi Tidak Sebabkan Demensia Mendes Puji Jaga Desa, Lindungi Kades dari Oknum Ganggu Pembangunan Desa Australia-Jepang Teken Kesepakatan Kapal Perang Senilai Rp119 Triliun