Senin, 20/04/2026 07:04 WIB
Washington, Jurnas.com - Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Wakil Presiden Amerika Serikat, J.D. Vance, akan memimpin delegasi AS dalam perundingan dengan Iran di Islamabad, Pakistan.
Pengumuman ini disampaikan pada Minggu (19/4), tak lama setelah Presiden Donald Trump memberikan pernyataan yang sempat membingungkan publik mengenai partisipasi wapresnya tersebut.
Sebelumnya, Trump menyatakan bahwa dirinya akan mengirim tim negosiator ke Islamabad untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah sebelum masa gencatan senjata berakhir. Namun, dia sempat menyebut bahwa Vance tidak akan berangkat karena alasan keamanan.
"Ini murni karena masalah keamanan. J.D. luar biasa," ujar Trump kepada ABC News, sebagaimana dikutip dari The Straits Times pada Senin (20/4).
Kapal Perusak AS Tembak dan Sita Kapal Iran di Teluk Oman
Parlemen Klaim Kemenangan Iran, Sebut Gencatan Senjata Strategi
Iran Tutup Selat Hormuz Lagi, Timur Tengah Terus Memanas
Namun, pihak Gedung Putih segera mengklarifikasi bahwa Vance tetap akan berangkat bersama utusan khusus Steve Witkoff dan menantu Trump, Jared Kushner. Ketiganya merupakan tim yang sama yang memimpin perundingan putaran sebelumnya pada 11-12 April lalu.
Ketegangan meningkat setelah Trump menuduh Iran melakukan "Pelanggaran Total" terhadap gencatan senjata dua minggu menyusul serangan di Selat Hormuz pada Sabtu (18/4).
Melalui platform Truth Social, Trump melontarkan ancaman keras akan menghancurkan infrastruktur energi dan transportasi Iran jika kesepakatan tidak tercapai.
"Amerika Serikat akan menghancurkan setiap pembangkit listrik dan setiap jembatan di Iran. Tidak ada lagi `Mr. Nice Guy`!" tulis Trump.
Dia menekankan bahwa dirinya menawarkan kesepakatan yang masuk akal dan tidak akan ragu mengambil tindakan militer yang menurutnya seharusnya sudah dilakukan presiden-presiden AS selama 47 tahun terakhir.
Sementara itu, situasi di Selat Hormuz tetap mencekam dengan penutupan jalur pelayaran yang berlanjut hingga Minggu (19/4). Iran kembali menutup jalur strategis tersebut hanya sehari setelah sempat menyatakan akan membukanya.
Lembaga keamanan maritim Inggris melaporkan bahwa Garda Revolusi Iran sempat melepaskan tembakan ke sebuah kapal tanker pada Sabtu, sementara laporan lain menyebutkan adanya ancaman terhadap kapal pesiar kosong dan serangan proyektil tak dikenal yang merusak kontainer kapal di wilayah tersebut.
Gencatan senjata antara AS dan Iran dijadwalkan akan berakhir pada 22 April mendatang. Utusan AS untuk PBB, Mike Waltz, menyatakan keyakinannya bahwa putaran perundingan baru ini akan menghasilkan keputusan yang sangat konsekuensial bagi stabilitas kawasan.
Keyword : J.D Vance Perang AS vs Iran Perundingan Perdamaian