PBB Sebut Kapasitas Penampungan Pengungsi di Lebanon Lampaui Batas

Sabtu, 11/04/2026 12:30 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Badan Pengungsi PBB (UNHCR) menyatakan bahwa tempat-tempat penampungan bagi warga yang mengungsi di Lebanon sangat penuh sesak.

Saat ini, kata UNHCR, hampir setengah dari sekolah negeri di negara tersebut kini berfungsi sebagai pusat penerimaan pengungsi

"Kebutuhan di Lebanon melebihi kapasitas yang tersedia," kata juru bicara PBB Stephane Dujarric kepada wartawan pada Jumat (11/4).

Menurut data UNHCR, hingga 1,2 juta orang terpaksa melarikan diri dari rumah mereka di Lebanon akibat serangan Israel, dengan sekitar 140.000 di antaranya berlindung di 680 titik penampungan.

Sekitar 250.000 orang telah menyeberang ke Suriah, termasuk warga Suriah yang sebelumnya melarikan diri ke Lebanon selama perang Suriah, serta sekitar “39.000 warga Lebanon yang mencari perlindungan di Suriah”, kata Dujarric mengutip angka dari UNHCR.

Militer Israel telah mengeluarkan perintah pengungsian paksa untuk wilayah Lebanon selatan hingga Sungai Zahrani, sekitar 40 km (25 mil) di utara perbatasan Israel-Lebanon, serta sebagian besar wilayah ibu kota, Beirut.

Diketahui, meski Iran dan Amerika Serikat sepakat untuk gencatan senjata, Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan gencatan senjata selama dua minggu tersebut tidak akan berlaku untuk Lebanon.

TERKINI
Sering Dianggap Serupa, Ternyata Ini Bedanya Wakaf dan Hibah Bukan Bikin Bugar, Ini 7 Risiko Kesehatan Akibat Tidur Terlalu Lama 6 Keistimewaan Bulan Muharram dalam Islam Pemprov DKI Sebut CCTV di Kawasan Bundaran HI Berfungsi Normal