Senin, 06/04/2026 15:50 WIB
Jakarta, Jurnas.com — Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menilai langkah Panglima TNI Agus Subiyanto yang memerintahkan prajurit pasukan perdamaian di Lebanon berlindung di bunker sebagai bentuk antisipasi taktis yang tepat dalam menghadapi eskalasi konflik.
Menurut dia, keputusan tersebut mencerminkan kesiapsiagaan tinggi dalam melindungi personel di tengah situasi yang dinamis dan berisiko. Ia menegaskan bahwa keselamatan prajurit harus menjadi prioritas utama dalam setiap operasi.
Dukungan Anggaran Dibutuhkan untuk Wujudkan Transparansi Penegakan Hukum
Legislator Dorong Mitigasi Nasional Cegah Masuknya Hantavirus ke Indonesia
Komisi XII DPR Dukung Hilirisasi dan Penguatan Kemandirian Enery Nasional
“Dalam kondisi ancaman yang meningkat, respons cepat berbasis mitigasi risiko merupakan bagian dari standar operasional yang wajib dijalankan,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (6/4).
Ia juga mendorong pemerintah bersama TNI untuk terus memantau perkembangan situasi secara berkala, sekaligus memperkuat sistem perlindungan serta menyiapkan skema kontingensi yang adaptif di lapangan.
Lebih lanjut, Amelia menegaskan bahwa komitmen Indonesia dalam misi perdamaian dunia harus tetap berjalan seiring dengan jaminan keamanan maksimal bagi prajurit yang bertugas.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengecam keras insiden yang menyebabkan gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon.
Dalam pernyataannya, Prabowo menyampaikan duka mendalam sekaligus menegaskan penolakan terhadap segala bentuk kekerasan yang merusak upaya perdamaian dan mengancam keselamatan personel yang tengah menjalankan tugas kemanusiaan.