Hari Nelayan Nasional Diperingati 6 April, Ini Sejarah dan Asal Usulnya

Senin, 06/04/2026 07:07 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Setiap tanggal 6 April, masyarakat Indonesia memperingati Hari Nelayan Nasional sebagai bentuk penghargaan atas jasa para nelayan dalam menjaga ketahanan pangan dan sektor kelautan.

Peringatan ini bersifat timeless karena terus relevan dari masa ke masa, mengingat Indonesia adalah negara kepulauan dengan ketergantungan tinggi terhadap sumber daya laut.

Hari Nelayan Nasional bukan sekadar seremoni tahunan. Lebih dari itu, momentum ini menjadi pengingat akan peran strategis nelayan sebagai penyedia utama sumber protein bagi masyarakat serta penggerak ekonomi di wilayah pesisir.

Sejarah Hari Nelayan Nasional memiliki akar panjang yang berkembang dari tradisi hingga kebijakan negara.

Dalam catatan sejarah, peringatan ini sudah dikenal sejak era Soekarno pada awal 1960-an, seiring berdirinya organisasi nelayan nasional dan meningkatnya perhatian terhadap sektor perikanan.

Selain itu, pemerintah melalui kebijakan resmi kemudian memperkuat peringatan ini.

Pada tahun 2003, Presiden Megawati Soekarnoputri menetapkan tanggal 6 April sebagai Hari Nelayan Nasional melalui keputusan presiden, yang bertujuan meningkatkan perhatian terhadap kesejahteraan nelayan.

Di sisi lain, sebelum ditetapkan secara formal, masyarakat pesisir telah lebih dulu memiliki tradisi syukuran laut.

Ritual seperti larung sesaji atau labuh saji dilakukan sebagai bentuk rasa terima kasih atas hasil tangkapan dan harapan akan keberkahan laut di masa mendatang.

Peringatan Hari Nelayan Nasional memiliki makna yang luas, tidak hanya sebagai penghormatan, tetapi juga sebagai refleksi terhadap kondisi sosial ekonomi nelayan.

Banyak nelayan masih menghadapi tantangan seperti cuaca ekstrem, keterbatasan modal, hingga ketidakpastian hasil tangkapan.

TERKINI
22 Mei 2026, Cek Daftar Peringatan Hari Ini Pakar Soroti RUU HAM, Penggantian UU HAM Kebutuhan Mendesak 98 Resolution Network: Program Prabowo-Gibran Sejalan dengan Reformasi Produk KMNP di Bantul Tembus SPPG hingga Ritel Modern