Kamis, 02/04/2026 15:08 WIB
Beijing, Jurnas.com - Sejumlah maskapai China, termasuk Air China, bakal menaikkan harga tiket penerbangan domestik mulai 5 April mendatang, akibat biaya tambahan pada bahan bakar avtur di tengah kenaikan harga minyak global.
Air China, China Southern, dan anak perusahaannya, Xiamen Airlines, menyatakan bahwa mereka akan menaikkan biaya tambahan untuk penerbangan hingga 800 km sebesar 60 yuan, dan 120 yuan untuk penerbangan yang lebih jauh.
Dikutip dari AFP pada Kamis (2/4), Spring Airlines dan Juneyao Airlines juga mengumumkan kenaikan biaya tambahan bahan bakar.
Penerbangan internasional juga akan tunduk pada perhitungan sistem, menurut pernyataan yang dikeluarkan pada 1 April, meski tidak menyebutkan konflik tersebut.
Perundingan AS vs Iran Terhambat Masalah Kepercayaan, China Diminta Tengahi
Mendagri Pakistan Kunjungi Iran, Bahas Stabilitas Regional
Trump Akhiri Kunjungan ke China, Ini Hasil Pertemuannya
Langkah ini diambil di tengah perang di Timur Tengah, dan penutupan efektif Selat Hormuz oleh Iran, yang telah menyebabkan harga minyak mentah melonjak.
Harga satu barel minyak Brent naik menjadi sekitar US$100 sejak Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari, yang menyebabkan Iran membalas dengan menyerang instalasi minyak di beberapa negara Teluk.
Sementara itu, maskapai penerbangan Hong Kong, Cathay Pacific, menaikkan biaya tambahan bahan bakar pada semua penerbangan sebesar 34 persen bulan lalu sebagai akibat dari konflik itu.
Beberapa maskapai penerbangan lain, termasuk Air France-KLM, Air India, Qantas, dan SAS, juga menaikkan harga tiket lantaranya adanya kenaikan harga bahan bakar jet. Banyak maskapai penerbangan kini berhenti melayani destinasi di Timur Tengah karena kekhawatiran keamanan.