Rabu, 01/04/2026 22:57 WIB
Sofia, Jurnas.com - Kementerian Luar Negeri Iran memperingatkan Bulgaria agar tidak mengizinkan Amerika Serikat (AS), menggunakan bandara negara NATO tersebut sebagai parkir bagi pesawat-pesawat yang ikut dalam operasi militer di Iran.
Pada Rabu (1/4), anggota parlemen Bulgaria, Stanislav Balabanov, sempat menunjukkan sebuah catatan tertanggal 18 Maret 2026, ketika pemerintah Iran memprotes pesawat pengisian bahan bakar militer AS yang diparkir di Bandara Vasil Levski.
"Iran berhak untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi kedaulatan, keamanan, dan kepentingan nasionalnya sesuai dengan hukum internasional," tulis Iran dalam catatan tersebut sebagaimana dikutip dari Reuters.
Setelah itu, dalam sebuah pernyataan kepada wartawan, Wakil Menteri Luar Negeri Marin Raikov membenarkan isi catatan tersebut dan memastikan bahwa Bulgaria tidak akan ikut dalam front peperangan.
Perundingan AS vs Iran Terhambat Masalah Kepercayaan, China Diminta Tengahi
Mendagri Pakistan Kunjungi Iran, Bahas Stabilitas Regional
KTT BRICS Panas, Menlu UEA dan Iran Saling Lempar Klaim
"Tidak ada pesawat tempur yang diterbangkan ke Bulgaria untuk berpartisipasi dalam operasi militer. Kami mempertahankan hubungan diplomatik yang baik dengan pihak Iran," ujar Marin.
Pada akhir Februari, media Bulgaria melaporkan bahwa beberapa pesawat militer AS mendarat di bandara sipil Sofia Vasil Levski, dan pihak berwenang mengatakan bahwa pesawat-pesawat tersebut merupakan bagian dari penempatan pasukan NATO.
"Parlemen kita belum menyetujui keputusan untuk mendukung aksi militer terkait di wilayah Selat Hormuz," dia menambahkan.
Diketahui, beberapa negara Eropa yang prihatin atas perang dengan Iran, telah menentang operasi militer AS. Spanyol menutup wilayah udaranya dan menolak akses ke pangkalan, Italia menolak persinggahan di pangkalan Sigonella, dan Prancis memblokir penerbangan bersenjata AS-Israel.