RI Desak Penyelidikan Atas Gugurnya 2 Prajurit TNI di Lebanon

Selasa, 31/03/2026 15:25 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mendesak penyelidikan segera, menyeluruh, dan transparan atas serangan beruntun yang kembali menyasar pasukan perdamaian Indonesia di Lebanon.

"Serangan ini tidak dapat dipandang sebagai kejadian yang terpisah, melainkan mencerminkan situasi keamanan yang semakin memburuk di Lebanon selatan," tulis Kemlu melalui platform X, pada Selasa (31/3).

Kemlu juga mengutuk serangan yang hanya berselang satu hari dari gugurnya prajurit TNI, Praka Fahrizal Romadon pada Minggu (29/3) kemarin.

Karenanya, Kemlu menilai insiden terhadap pasukan perdamaian merupakan tindakan yang tidak dapat diterima.

"Operasi militer Israel yang terus berlangsung telah menempatkan peacekeepers Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam risiko yang sangat serius," lanjut Kemlu.

Kemlu RI menegaskan keselamatan pasukan penjaga perdamaian yang bertugas atas mandat PBB tidak bisa ditawar. Serangan yang menewaskan tiga prajurit Indonesia pun tidak boleh dibiarkan tanpa pertanggungjawaban.

"Setiap tindakan yang membahayakan mereka merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan tidak boleh dibiarkan tanpa pertanggungjawaban," katanya.

Lebih lanjut, Kemlu juga menyampaikan dukacita dan rasa solidaritas atas gugurnya para personel TNI serta mendoakan pemulihan yang cepat bagi personel yang terluka.

"Indonesia menyerukan dilakukannya penyelidikan segera, menyeluruh, dan transparan untuk mengungkap fakta, termasuk kronologi kejadian serta pihak yang bertanggung jawab, dan menegaskan bahwa akuntabilitas penuh harus ditegakkan," kata Kemlu.

TERKINI
Lima Fakta Menarik Jakarta yang Perlu Diketahui Dipermanenkan dari Barcelona, Ansu Fati Bertahan di Monaco Hingga 2030 Suhu Panas Bikin Pertumbuhan Pohon Melambat, Penyerapan Karbon Menurun Lima Rukun Nikah dalam Islam yang Harus Dipenuhi