Selasa, 24/03/2026 13:30 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Gangguan suasana hati seperti perasaan lekas marah, kecemasan, hingga rendahnya toleransi terhadap stres sering kali dikaitkan dengan faktor eksternal.
Namun, tinjauan medis menunjukkan bahwa kondisi psikologis tersebut memiliki kaitan erat dengan durasi tidur seseorang.
Kurang tidur secara konsisten terbukti secara klinis dapat menurunkan ambang batas kesabaran dan memicu reaktivitas emosional yang berlebihan.
Dilansir dari berbagai sumber, secara biologis fenomena ini berpusat pada bagian otak yang disebut amygdala. Amygdala bertanggung jawab atas pemrosesan emosi, termasuk rasa takut dan marah.
Beralih ke Ponsel Jadul Jadi Tren Baru di AS, Wajib Diikuti!
Tanda Tubuhmu Perlu Detoks Media Sosial, Baik untuk Mental
5 Manfaat Melakukan `Solo Date` Bagi Kesehatan Mental
Dalam kondisi tubuh yang cukup istirahat, amygdala terkendali dengan baik oleh prefrontal cortex, yakni bagian otak yang mengatur logika dan pengambilan keputusan.
Namun, saat seseorang kekurangan waktu tidur, koneksi antara prefrontal cortex dan amygdala mengalami pelemahan.
Akibatnya, amygdala menjadi hiperaktif dan bereaksi secara impulsif terhadap pemicu yang sebenarnya bersifat sepele.
Kondisi ini membuat seseorang kehilangan kemampuan untuk menyaring emosi negatif sebelum meluapkannya.
Selain gangguan pada struktur otak, kurang tidur juga mengganggu keseimbangan neurotransmiter, seperti serotonin dan dopamin.
Serotonin berperan vital dalam menjaga stabilitas suasana hati. Penurunan kadar serotonin akibat terjaga terlalu lama menyebabkan sistem saraf berada dalam kondisi "siaga" yang tinggi, sehingga individu menjadi lebih sensitif dan mudah tersinggung.
Dampak dari kurang tidur ini juga memicu peningkatan hormon kortisol atau hormon stres.
Tingginya kadar kortisol dalam darah tidak hanya membuat tubuh terasa lelah secara fisik, tetapi juga menciptakan ketegangan mental yang konstan.
Dalam situasi ini, otak cenderung menginterpretasikan interaksi sosial yang netral sebagai sebuah ancaman atau gangguan, yang kemudian dimanifestasikan dalam bentuk kemarahan.
Para ahli kesehatan menekankan bahwa durasi tidur yang ideal bagi orang dewasa adalah 7 hingga 9 jam setiap malam.
Keyword : Kurang TidurMudah EmosiKesehatan Mental