Iran Bantah Berunding dengan AS, Sebut Trump Hanya Tenangkan Pasar

Selasa, 24/03/2026 10:15 WIB

Tehran, Jurnas.com - Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf membantah pihaknya sedang berunding dengan Amerika Serikat dan menyebut kabar tersebut sebagai "berita palsu" untuk memanipulasi pasar minyak dan finansial.

"Tidak ada negosiasi yang berjalan dengan Amerika Serikat. Laporan berita palsu tersebut dimaksudkan untuk memanipulasi pasar finansial dan minyak serta untuk melarikan diri dari kekacauan yang menjebak AS dan Israel," kata Ghalibaf melalui sosial media X, Senin.

Ghalibaf menambahkan bahwa rakyat Iran menuntut hukuman yang "penuh dan menimbulkan penyesalan" bagi para agresor, sementara semua pejabat berdiri teguh mendukung pemimpin negara dan masyarakat hingga tujuan perang tercapai.

Adapun sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya telah memerintahkan penundaan semua serangan terhadap infrastruktur pembangkit listrik dan energi selama lima hari ke depan.

Hal tersebut, lanjut Tump, adalah karena dialog dengan Teheran selama dua hari belakangan berlangsung "sangat baik dan produktif".

Ketegangan di kawasan Teluk Persia meningkat sejak Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang sejauh ini dilaporkan menewaskan sekitar 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Iran kemudian membalas agresi militer itu dengan meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.

Serangan militer Iran itu menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan pada pasar global dan penerbangan internasional.

TERKINI
Asal Muasal Penamaan Bulan Agustus, Ternyata Nama Orang Tak Hanya RI, Berikut Negara yang Merayakan Kemerdekaan di Bulan Agustus Jalani Debut Manis, Bernardo Silva Bakal Jadi Andalan Mourinho? Banjir Assam India Tewaskan 100 Orang, 1,1 Juta Warga Terdampak