Minggu, 22/03/2026 15:04 WIB
New York, Jurnas.com - Badan Energi Atom Internasional (IAEA) memastikan tidak ada kerusakan pada Pusat Penelitian Nuklir Negev Israel, pasca serangan rudal Iran di Kota Dimona.
Selain itu, IAEA juga menyebut tidak ada tingkat radiasi abnormal yang terdeteksi di wilayah tersebut, sebagaimana laporan Anadolu Agency pada Minggu (22/3).
"Pengekangan militer maksimal harus diperhatikan, khususnya di sekitar fasilitas nuklir," kata Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi. Dia mengatakan bahwa lembaga tersebut tetap memantau situasi secara cermat.
Diketahui, puluhan orang luka-luka usai kota di Israel bagian selatan itu dihantam serentetan rudal Iran pada Sabtu (21/3) kemarin.
Pejabat Senior Iran Mengejek Pimpinan AS, Ingatkan Peristiwa Tabas
AS-Iran Baku Tembak Lagi, Bantah Gencatan Senjata Berakhir
Iran Bantah Serang UEA, Sebut AS Dalang Operasi False Flag
Serangan-serangan itu merupakan bagian dari kampanye pembalasan Iran terhadap Israel menyusul serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran yang dimulai pada awal Maret.
Layanan ambulans Israel melaporkan bahwa jumlah korban luka meningkan menjadi 51 orang. Jumlah itu tercatat di 12 lokasi terpisah akibat dampak rudal dan pecahan peluru.
Kendati muncul klaim pencegatan, media Israel mengakui beberapa rudal berhasil menembus sistem pertahanan, sehingga memungkinkan rudal ratusan kilogram menghantam langsung.