Rudal Haj Qasem Milik Iran Hantam Pangkalan AS di Empat Negara

Kamis, 19/03/2026 07:30 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan penggunaan rudal balistik terbaru mereka, "Haj Qasem", dalam gelombang serangan besar-besaran yang menyasar aset militer Amerika Serikat dan Israel, pada Selasa (17/3).

Senjata ini merupakan rudal balistik jarak menengah berbahan bakar padat yang memiliki jangkauan hingga 1.400 kilometer dan dirancang khusus untuk melumpuhkan target strategis melalui peluncur mobile.

Nama rudal ini diambil sebagai penghormatan kepada mendiang komandan Qassem Soleimani.

Berdasarkan laporan kantor berita Tasnim yang dikutip pada Kamis (19/3), rudal berpemandu presisi ini menjadi ujung tombak dalam operasi yang menghantam titik-titik vital di Beit Shemesh, Tel Aviv, hingga Yerusalem.

Tidak hanya menyasar wilayah Israel, rentetan serangan ini juga dikabarkan menjangkau pangkalan militer AS yang tersebar di Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab (UEA), dan Irak.

Selain varian Haj Qasem, IRGC mengonfirmasi penggunaan kombinasi alutsista lainnya untuk menekan pertahanan lawan.

"IRGC menyatakan bahwa operasi tersebut melibatkan penggunaan drone dan beberapa jenis rudal balistik lainnya, termasuk model Ghadr, Emad, dan Fattah, serta memperingatkan akan adanya serangan lanjutan."

Eskalasi ini menandai hari ke-18 sejak agresi militer AS-Israel pertama kali menghantam Teheran pada akhir Februari lalu.

Serangan balasan Iran yang masif ini tidak hanya mengakibatkan kerusakan infrastruktur militer lawan, tetapi juga secara efektif melumpuhkan jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang kini menyeret stabilitas keamanan seluruh kawasan Timur Tengah ke titik terendah.

TERKINI
5 Makam Ulama di Jakarta, dari Habib Luar Batang hingga Mbah Priok Mengapa Umat Islam Dilarang Memulai Peperangan di Bulan Muharram? Hari Asyura dan Runtuhnya Kesombongan Firaun di Dasar Laut Merah Kejagung Tetapkan Tersangka Keenam Korupsi MBG, Setor Uang ke Dadan