WFH Bisa Jadi Solusi Hemat BBM di Tengah Tekanan Global

Selasa, 17/03/2026 11:17 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Anggota DPR RI, Nevi Zuairina, mendorong wacana kebijakan work from home(WFH) sebagai langkah taktis untuk merespons potensi tekanan energi akibat dinamika geopolitik global.

Menurutnya, kebijakan ini bisa menjadi solusi jangka pendek yang relevan di tengah ketidakpastian pasokan dan harga energi dunia.

Nevi menilai sektor transportasi masih menjadi penyumbang terbesar konsumsi BBM, khususnya di kawasan perkotaan. Karena itu, penerapan WFH secara terbatas dan terukur dinilai mampu menekan mobilitas kendaraan dan berdampak langsung pada efisiensi konsumsi energi nasional.

“WFH dapat menjadi salah satu instrumen kebijakan dalam situasi tertentu, terutama ketika negara menghadapi potensi tekanan energi akibat konflik global. Ini semacam mode darurat dalam mengelola konsumsi energi nasional,” kata Nevi dalam keterangannya, Selasa (17/3).

Namun demikian, Politikus PKS ini mengingatkan bahwa kebijakan ini tidak bisa diterapkan secara menyeluruh. Sejumlah sektor seperti industri, transportasi, perdagangan, hingga layanan publik tetap membutuhkan kehadiran fisik dan tidak bisa bergantung pada sistem kerja jarak jauh.

Tak hanya itu, Nevi juga menyoroti potensi efek domino terhadap ekonomi perkotaan. Ia mengingatkan bahwa kebijakan WFH bisa berdampak pada pelaku usaha kecil—mulai dari warung makan, transportasi lokal, hingga jasa harian—yang selama ini bergantung pada aktivitas pekerja kantoran.

Karena itu, ia menekankan agar kebijakan penghematan BBM tidak berhenti pada langkah jangka pendek semata. Pemerintah, kata dia, harus serius menyiapkan strategi jangka menengah dan panjang, termasuk mengurangi ketergantungan terhadap impor minyak.

Nevi juga menyoroti masih terbatasnya cadangan BBM nasional yang saat ini berada di kisaran 21 hingga 25 hari.

Ia mendorong pemerintah untuk meningkatkan kapasitas cadangan energi sekaligus mempercepat diversifikasi energi sebagai bagian dari penguatan ketahanan nasional.“Jangan sampai kita hanya reaktif. Momentum ini harus jadi pintu masuk untuk memperbaiki struktur energi nasional secara lebih fundamental,” tegasnya.

 

 

 

TERKINI
44 Pelaut Iran Dilaporkan Tewas dalam Perang Melawan AS-Israel Harga Minyak Kembali Naik karena Belum Ada Tanda Berakhirnya Perang Iran Penyeberang di Lintas Ulee Lheue-Balohan Wajib Beli Tiket Secara Online Teheran Aktifkan Pertahanan Udara, Ketegangan AS-Iran Memanas