Sentil AS, PBB: Dunia Masuki Era Kegelapan Penuh Pelanggaran

Jum'at, 13/03/2026 12:49 WIB

Jenewa, Jurnas.com - Pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Ben Saul, menilai dunia telah memasuki zaman kegelapan baru yang penuh dengan pelanggaran, merujuk pada serangan Amerika Serikat (AS) ke Venezuela dan Iran dalam beberapa bulan terakhir.

Saul yang menangani promosi dan perlindungan hak asasi manusia, serta kebebasan mendasar dalam memerangi terorisme, menyebut eskalasi konflik di Timur Tengah saat ini tidak akan meningkatkan keamanan global.

"Kita telah memasuki era kegelapan baru yang penuh dengan penyalahgunaan kekuasaan atas nama pemberantasan terorisme," kata Saul dikutip dari AFP pada Jumat (13/3).

"Baru-baru ini, hal itu telah membenarkan agresi terang-terangan dan imperialisme yang diperbarui terhadap Iran dan Venezuela, menumpahkan kematian dan melanggar hak untuk hidup serta membuat dunia menjadi kurang aman," dia menambahkan.

Pada 1 Maret lalu, AS dan Israel melancarkan gelombang serangan pertama dalam perang yang telah membuat Iran menyerang target di berbagai negara di sekitar Teluk.

Saul mengecam Dewan Keamanan PBB karena mengesahkan resolusi pada 11 Maret yang gagal mengutuk agresi Israel dan AS, bertentangan dengan hukum internasional, dan malah hanya mengutuk tanggapan berlebihan dan melanggar hukum dari Iran.

"Tidak ada yang tahu bagaimana ini akan berakhir dan ketika kita melihat serangkaian intervensi yang dipimpin AS sebelumnya, Libya, Irak, Afghanistan, semuanya adalah bencana," ujar dia.

Adapun mMengenai Venezuela dan deklarasi perang palsu baru terhadap terorisme narkoba, Saul mengatakan bahwa AS telah membunuh 151 warga sipil di laut lepas tanpa melalui proses hukum, yang ilegal menurut hukum internasional.

Dia mengatakan bahwa hanya sedikit negara yang bersuara menentang serangan tersebut karena mereka takut akan pembalasan dari AS.

"Namun, semakin lama komunitas internasional bungkam, semakin besar pula keberanian yang diberikan kepada para penindas seperti Amerika Serikat dan Israel," kata dia.

TERKINI
Mendes Dukung DPP LDII Bentuk Desa Binaan Tematik di Berbagai Wilayah Menko Muhaimin: 1,36 Juta Penduduk Miskin Ekstrem Telah Naik Kelas Prabowo Reshuffle Sejumlah Pejabat, Ini Daftar Lengkapnya Menko Muhaimin Dorong Sinkronisasi Program Kemiskinan Ekstrem