Minggu, 08/03/2026 01:01 WIB
Beirut, Jurnas.com - Kementerian Kesehatan Lebanon mengumumkan bahwa hampir 300 warga sipil tewas akibat serangan Israel, sejak dimulainya perang melawan Hizbullah pekan ini.
Dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari AFP pada Sabtu (8/3), jumlah korban tewas akibat agresi Israel meningkat menjadi 294 orang. Sementara itu, 1.023 lainnya luka-luka.
Sehari sebelumnya, Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam menyebut agresi ini menimbulkan dampak buruk kemanusiaan dan politik yang belum pernah jadi sebelumnya.
"Negara kita telah terseret ke dalam perang dahsyat yang tidak kita inginkan dan tidak kita pilih," ujar Salam.
Lufthansa Pangkas 20.000 Penerbangan Akibat Meroketnya Harga Avtur
Negosiasi Bergeser, Selat Hormuz Jadi Senjata Geopolitik Utama Iran
Perang Ganggu Pasokan, Harga Kondom Merek Ini Bakal Mahal
Diketahui, militer Israel melakukan puluhan serangan di Dahiyeh, wilayah perbatasan Israel dan Lebanon. Dikatakan, agresi tersebut menghantam berbagai infrastruktur yang digunakan Hizbullah, termasuk gudang penyimpanan drone.
Sementara itu, Hizbullah mengatakan para pejuangnya telah menyerang pasukan Israel di beberapa daerah, termasuk Maroun al-Ras dan Kfar Kila di wilayah Lebanon.
Hezbollah juga menyerang kamp militer Yoav milik Israel di Dataran Tinggi Golan yang diduduki dan pangkalan angkatan laut di pelabuhan Haifa, Israel.
Hingga kini, puluhan ribu orang di Lebanon terpaksa mengungsi, dengan eksodus massal dari pinggiran selatan Beirut membuat daerah tersebut nyaris kosong. Kondisi ini juga membuat ratusan keluarga pengungsi terpaksa mencari perlindungan di pantai Beirut.