Jum'at, 06/03/2026 15:05 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Peristiwa Nuzulul Quran merupakan tonggak sejarah paling krusial dalam peradaban Islam. Peristiwa ini menandai momen di mana Al-Qur`an pertama kali diturunkan dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara Malaikat Jibril.
Peristiwa ini terjadi pada malam 17 Ramadan, saat Nabi Muhammad SAW tengah melakukan tahannuts (menyendiri) di Gua Hira, sebuah gua kecil di Jabal Nur yang terletak sekitar 6 kilometer sebelah utara Masjidil Haram.
Berdasarkan catatan sejarah Islam, Nabi Muhammad SAW yang saat itu genap berusia 40 tahun, datangi oleh sosok Malaikat Jibril. Dalam suasana yang mencekam dan penuh kemuliaan, Jibril menyampaikan perintah untuk membaca.
Jibril mengulangi perintah tersebut hingga tiga kali sebelum dan melafalkan lima ayat pertama dari Surat Al-Alaq. Peristiwa ini menjadi penanda resmi pemanggilan Muhammad sebagai Rasulullah (utusan Allah).
FPKB MPR Gelar Nuzulul Quran dan Santunan Anak Yatim
Peristiwa Besar 17 Ramadan, dari Nuzulul Quran hingga Perang Badar
Memaknai Malam 17 Ramadan, Inilah Keutamaan Peristiwa Nuzulul Quran
Wahyu pertama yang menjadi pembuka Al-Qur`an bukanlah tentang hukum atau perintah ibadah mahdhah, melainkan tentang pentingnya ilmu pengetahuan, membaca, dan penciptaan manusia.
Berikut Surat Al-Alaq ayat 1-5 yang turun pertama kali pada peristiwa nuzulul quran:
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
١. اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ
٢. خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ
٣. اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ
٤. الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ
٥. عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ