Trump Terang-Terangan Bakal Intervensi Pemilihan Pemimpin Iran

Jum'at, 06/03/2026 04:45 WIB

Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terang-terangan menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan intervensi dalam pemilihan pemimpin Iran selanjutnya, pasca gugurnya Ayatullah Ali Khamenei dalam serangan gabungan AS-Israel pekan lalu.

"Kami ingin terlibat dalam proses memilih orang yang akan memimpin Iran di masa depan," kata Trump dikutip dari Reuters pada Jumat (6/3).

"Kita tidak perlu kembali setiap lima tahun dan melakukan ini lagi dan lagi. Kita butuh seseorang yang akan hebat bagi rakyat, hebat bagi negara," dia menambahkan.

Trump menilaibahwa proses pemilihan pemimpin baru masih sangat awal. Dia juga tidak ingin putra Syatullah Ali Khamenei, Mojtaba, menduduki kursi pemimpin tertinggi menggantikan sang ayah.

"Putra Khamenei tidak dapat diterima oleh saya. Kami menginginkan seseorang yang akan membawa harmoni dan perdamaian ke Iran," ujar dia.

Menurut Trump, Mojtaba Khamenei bukan sosok yang berpengaruh. Dia mencontohkan penunjukkan Delcy Rodriguez yang mengambil alih jabatan presiden sementara Venezuela, setelah pasukan AS menculik Presiden Nicolas Maduro.

"Saya harus terlibat dalam penunjukan itu, seperti halnya dengan Delcy," kata politisi Partai Republik tersebut.

Diketahui, pengganti Khamenei akan dipilih oleh sekelompok ulama Syiah senior. Namun, Israel telah menyatakan bahwa mereka akan membunuh siapapun pengganti yang dipilih oleh rezim Iran saat ini.

TERKINI
Ide Caption Postingan Hari Kartini yang Diperingati Besok Inilah Dalil Lengkap Puasa Senin Kamis Beserta Niatnya Sosialisasi Keuangan Haji, HNW Apresiasi Penurunan Biaya Haji Haaland Ingin Timnya Tetap Fokus Usai Menang Lawan Arsenal