Kamis, 05/03/2026 01:42 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Ketegangan geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran kini mulai membayangi perhelatan Piala Dunia 2026.
Meski konflik di wilayah Teluk terus memanas, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan tidak keberatan dengan kehadiran Timnas Iran di tanah Amerika.
Sikap dingin Trump ini muncul di tengah kekhawatiran publik mengenai dampak eskalasi militer terhadap kelancaran turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Iran Tutup Selat Hormuz Lagi, Timur Tengah Terus Memanas
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Trump Kekeh Mau Adang Kapal Iran
Trump Sebut Israel-Lebanon Sepakat Gencatan Senjata 10 Hari
Berbicara mengenai partisipasi skuad asuhan Iran, Trump memberikan komentar tajam yang mengaitkan kondisi politik dengan status mereka di turnamen.
“Saya benar-benar tidak peduli (jika Iran berpartisipasi di Piala Dunia 2026). Saya pikir Iran adalah negara yang kalah telak (dalam konflik). Mereka sudah kehabisan tenaga,” kata Donald Trump dikutip dari New York Times, Kamis (5/3).
Sejauh ini, Iran tetap dijadwalkan melakoni tiga pertandingan fase Grup G di dua kota besar Amerika Serikat:
16 Juni: vs Selandia Baru (Stadion SoFi, Los Angeles)
22 Juni: vs Belgia (Stadion SoFi, Los Angeles)
27 Juni: vs Mesir (Stadion Lumen Field, Seattle)
Hingga saat ini, baik FIFA maupun asosiasi sepak bola Iran masih menutup mulut terkait kelanjutan status timnas mereka.
Belum ada pernyataan resmi mengenai potensi perubahan jadwal atau diskualifikasi akibat meningkatnya tensi hubungan diplomatik kedua negara yang diprediksi akan berlangsung lama.