Sabtu, 28/02/2026 06:06 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyampaikan bahwa rencana penempatan ribuan personel Indonesia dalam Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) di Jalur Gaza akan dilakukan secara bertahap dan masih menunggu penyelesaian teknis.
"Tentu akan ada tahapan-tahapannya, tetapi hal ini masih perlu dipastikan secara detail ... karena tidak mungkin langsung dikirim sebanyak itu dalam satu waktu," kata Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang saat ditemui usai taklimat media di Jakarta, pada Jumat (27/2).
Ia menjelaskan, pengiriman bertahap merupakan prosedur umum dalam operasi pasukan penjaga perdamaian, termasuk bagi kontingen Indonesia yang direncanakan bertugas di ISF.
Menurut Yvonne, detail pelaksanaan masih terus dibahas oleh Kemlu bersama sejumlah instansi terkait seperti TNI dan Kementerian Pertahanan.
Warga Rusia Diminta Hindari Pergi ke Negara-Negara Ini
RI Desak Penyelidikan Atas Gugurnya 2 Prajurit TNI di Lebanon
Indonesia Kecam Serangan Israel di Lebanon, Soroti Keamanan Pasukan Garuda
Pembicaraan itu mencakup batas mandat operasi, dengan penekanan bahwa personel Indonesia hanya menjalankan misi non-tempur dan bukan untuk kegiatan demiliterisasi.
Ia menambahkan Kemlu bekerja bersama Kemhan dalam seluruh tahapan perencanaan misi kemanusiaan tersebut.
"Semua akan ada tahapannya dan teknisnya juga dirancang bersama rekan di Kemhan, proses penetapan Wakil Panglima ISF juga masih dalam proses," ujarnya.
Sebelumnya, dalam KTT Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) di Washington pada 19 Februari, Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia siap mengirim setidaknya 8.000 personel guna mendukung misi perdamaian di Gaza.
Sementara itu, laporan media Asharq Al-Awsat mengutip mediator Amerika Serikat dalam negosiasi dengan Hamas, Bishara Bahbah, menyebutkan gelombang pertama pasukan ISF diperkirakan mulai memasuki Gaza pada awal April.
Bahbah juga menyampaikan bahwa kontingen Indonesia kemungkinan ditempatkan di wilayah selatan Jalur Gaza, sedangkan pasukan dari negara lain bertugas di area berbeda.
"Sejauh yang saya ketahui, kelompok pertama pasukan sebagai bagian dari kekuatan ini akan memasuki Gaza pada awal April, dan kontingen yang lebih besar akan dikerahkan bulan depan," katanya, Kamis (26/2).