Kamis, 26/02/2026 05:21 WIB
Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memanfaatkan pidato di hadapan Kongres untuk menegaskan bahwa perekonomian negaranya berada dalam tren positif.
Hal itu disampaikannya menjelang pelaksanaan pemilu paruh waktu, seperti dilaporkan The Wall Street Journal, pada Rabu (25/2).
Dalam laporan tersebut disebutkan Trump mengandalkan paparan data statistik serta rencana pemangkasan pajak guna meyakinkan masyarakat, meskipun sebagian pemilih masih mengkhawatirkan meningkatnya biaya hidup.
Partai Republik sendiri menghadapi tantangan besar untuk mempertahankan mayoritas kursinya di Dewan Perwakilan Rakyat pada pemilu mendatang.
Menlu Iran Sebut Kesepakatan dengan AS Tinggal Selangkah Lagi
Trump Tuding Teheran Coba Serang Kapal India di Selat Hormuz
Bantah Klaim Donald Trump, Teheran Sebut Kesepakatan Perang Belum Final
Hasil jajak pendapat terbaru The Wall Street Journal memperlihatkan banyak warga Amerika belum puas terhadap kebijakan ekonomi pemerintahan saat ini dan menilai perhatian terhadap lonjakan harga kebutuhan belum maksimal.
Pidato kenegaraan tahunan kedua Trump sejak memulai masa jabatan keduanya itu juga mencatat durasi sangat panjang, yakni 107 menit atau satu jam 47 menit. Catatan sebelumnya dipegang oleh mantan presiden dari Partai Demokrat Bill Clinton.
Pidato Kenegaraan atau State of the Union merupakan pesan konstitusional tahunan presiden kepada Kongres yang merangkum capaian selama setahun, menilai kondisi negara, serta memaparkan prioritas utama pemerintahan ke depan.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA