Rabu, 18/02/2026 04:04 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut penyaluran bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza masih menghadapi kendala, meskipun gencatan senjata telah diberlakukan sejak Oktober lalu.
Hal itu disampaikan Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, dalam konferensi pers di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat yang dikutip pada Kamis (18/2).
Dujarric mengatakan laporan dari tim kemanusiaan di lapangan menunjukkan berbagai hambatan tetap terjadi dalam proses distribusi bantuan.
Israel Lanjutkan Genosida, HNW: Masyarakat Internasional Harus Beri Sanksi
ISF Dilaporkan Baru Mampu Kerahkan Belasan Personel di Gaza
Simpati Warga AS ke Israel Merosot Akibat Genosida Gaza
"Rekan-rekan kami di Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) telah melaporkan bahwa operasi kemanusiaan di Gaza terus menemui hambatan yang signifikan," katanya.
Ia menambahkan bahwa dari sekitar 50 rencana pengiriman bantuan yang dikoordinasikan pada periode 6–11 Februari, hanya sebagian yang mendapatkan izin.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa dari sekitar 50 inisiatif bantuan yang dikoordinasikan pada 6-11 Februari, "otoritas Israel hanya mengizinkan separuhnya untuk masuk" ke Gaza.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa situasi kemanusiaan di wilayah Gaza masih memerlukan perhatian internasional, terutama terkait akses distribusi bantuan bagi warga sipil. (WAFA)