Korban Tewas Akibat Salju Lebat di Jepang Naik Jadi 46 Orang

Selasa, 10/02/2026 14:09 WIB

Aomori, Jurnas.com - Hampir tiga pekan hujan salju lebat telah menewaskan 46 orang dan melukai 558 lainnya di Jepang, berdasarkan data terbaru dari Badan Manajemen Kebakaran dan Bencana yang dirilis pada Senin (10/2).

Salju terus turun sejak akhir Januari dan menimbun komunitas-komunitas di wilayah utara, sekaligus memicu kekacauan lalu lintas, terutama di sepanjang pesisir yang menghadap Laut Jepang.

Banyak kecelakaan fatal terjadi ketika tumpukan salju jatuh dari atap rumah menimpa warga, atau saat orang terpeleset dan jatuh ketika berusaha membersihkan salju, menurut polisi serta pejabat setempat.

Di pusat wilayah utara Aomori, warga harus menghadapi ketebalan salju mencapai 1,3 meter di permukaan tanah, menurut Badan Meteorologi Jepang.

Kondisi musim dingin ekstrem seperti ini bukan hal baru di Jepang. Pemerintah Jepang dalam Disaster Management White Paper mencatat bahwa hujan salju lebat hampir setiap tahun menimbulkan korban jiwa, terutama di wilayah utara seperti Aomori, Akita, Niigata, dan Hokkaido.

Risiko paling sering terjadi saat warga membersihkan salju dari atap rumah atau ketika gundukan salju runtuh tiba-tiba, sehingga pemerintah terus mengingatkan pentingnya langkah keselamatan selama musim dingin.

Dalam beberapa tahun terakhir, bencana salju besar juga kerap menyebabkan gangguan transportasi luas, penutupan jalan tol dan jalur kereta, serta kerusakan infrastruktur di daerah pesisir Laut Jepang.

Badan penanggulangan bencana Jepang menegaskan bahwa akumulasi salju yang cepat akibat pola angin musim dingin dari Laut Jepang dapat memicu situasi darurat, sehingga masyarakat diminta waspada terhadap potensi kecelakaan dan longsoran salju.

TERKINI
18 Ucapan Hari Lahir MPR RI 2026, Cocok untuk Postingan Medsos 10 Ucapan Hari Konstitusi 2026 yang Penuh Makna Mengenal Tugas dan Wewenang MPR RI Pasca-Amandemen UUD 1945 Hari Penelitian Kanker Payudara Sedunia 18 Agustus, Ini Sejarahnya