Selasa, 10/02/2026 14:31 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Setiap Tahun Baru Imlek, warna merah selalu mendominasi dekorasi. Dari lampion, angpau, hiasan dinding, hingga pakaian, merah menciptakan suasana meriah sekaligus sarat makna budaya.
Tahun Baru Imlek 2026 /2577 Kongzili jatuh pada tanggal 17 Februari 2026. Dalam siklus astrologi Tiongkok yang berputar setiap 60 tahun (Jiazi), tahun 2026 menandai kembalinya tahun Kuda Api (Fire Horse atau Bing Wu). Seperti biasa, warna merah akan mendominasi perayaan. Tapi, apa sebenarnya makna di balik tradisi ini?
Dikutip dari berbagai sumber, asal-usul tradisi ini berakar dari legenda kuno tentang Nian, makhluk buas yang muncul setiap awal tahun untuk menyerang desa. Penduduk percaya Nian takut pada suara keras, cahaya terang, dan warna merah, sehingga mereka menghias rumah dengan kain merah dan menyalakan petasan untuk mengusirnya.
Sejak saat itu, merah menjadi simbol perlindungan dan keberanian. Tradisi ini diwariskan secara turun-temurun, menjadikan warna merah sebagai ikon utama perayaan Imlek.
Presiden Taiwan Kena Cipratan Muntahan Kepala Kuil saat Perayaan Imlek
Indahnya Keberagaman! Momen Perayaan Imlek dan Ramadan di Bundaran HI
Libur Imlek, Penumpang Whoosh Melonjak hingga 25 Persen
Lebih dari sekadar perlindungan, merah memiliki makna filosofis yang dalam. Dalam budaya Tionghoa, merah melambangkan kebahagiaan, keberuntungan, dan kemakmuran, sekaligus energi positif yang diyakini dapat mengusir roh jahat dan membawa keseimbangan hidup.
Tradisi angpau merah menegaskan filosofi ini. Amplop berisi uang bukan hanya simbol rezeki, tetapi juga doa dan harapan baik bagi penerimanya. Lampion dan hiasan dinding pun dipasang untuk menerangi harapan dan semangat di tahun baru.
Warna merah juga hadir dalam pakaian, memperkuat simbol semangat dan kebersamaan keluarga. Bahkan di era modern, merah tetap relevan, mencerminkan solidaritas, kegembiraan, dan identitas budaya yang kuat.
Dengan demikian, dominasi warna merah di Imlek bukan sekadar estetika. Dari legenda Nian hingga simbol kebahagiaan, perlindungan, dan kemakmuran, merah tetap menjadi inti yang memberi identitas, makna, dan keberuntungan dalam setiap perayaan Tahun Baru Imlek. (*)