Negara Tak Boleh Lepas Tangan Terhadap Kriminalisasi Guru

Selasa, 03/02/2026 14:09 WIB

 

Jakarta, Jurnas.com - Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Firman Soebagyo menegaskan bahwa maraknya kriminalisasi terhadap guru, khususnya guru honorer, merupakan bukti lemahnya perlindungan negara terhadap tenaga pendidik.

Politikus Golkar ini menegaskan, banyak guru justru dilaporkan ke aparat penegak hukum saat menjalankan tugas mendidik dan menegakkan disiplin, akibat rendahnya pemahaman orang tua dan aparat terhadap dunia pendidikan.

“Guru yang mendidik malah diperlakukan seperti pelaku kejahatan. Ini ironi dan menunjukkan kegagalan negara melindungi profesi pendidik,” tegas legislator dapil Jateng III ini dalam keterangan resmi, Selasa (3/2).

Firman juga menyoroti nasib guru honorer yang harus bekerja serabutan demi bertahan hidup karena gaji yang jauh dari layak.

Kondisi ini, menurutnya, mencerminkan sistem pendidikan yang belum menempatkan guru sebagai pilar utama pembangunan bangsa.

Ia mendesak pemerintah untuk segera meningkatkan kesejahteraan guru, memperkuat perlindungan hukum, serta membenahi sistem pendidikan agar lebih adil dan manusiawi.

“Negara harus hadir. Tanpa guru yang sejahtera dan terlindungi, mustahil kita bisa membangun generasi unggul,” pungkas Firman.

 

 

 

 

TERKINI
Saudi Peringatkan Ancaman Cuaca Ekstrem Jelang Puncak Haji Ini Cara Menyembelih Hewan Kurban yang Benar Sering Tak Disadari, Ini 5 Modus Begal yang Perlu Diwaspadai Berbagai Cara Menghindari Begal saat Berkendara Malam Hari