Senin, 26/01/2026 18:01 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Banten mengimbau bahwa sebanyak 28 kecamatan di Kabupaten Lebak, Banten, berpotensi terjadi pergerakan tanah dengan intensitas menengah dan tinggi seiring dengan peningkatan curah hujan.
Kepala BPBD Kabupaten Lebak Sukanta mengatakan bahwa pemetaan wilayah rawan bencana ini berdasarkan data penelitian Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (BVMBG) Bandung.
"Kami minta masyarakat agar waspada pergerakan tanah menghadapi cuaca ekstrem," kata Sukanta di Lebak, pada Senin (26/1), dikutip dari Antara.
Potensi pergerakan tanah di 28 kecamatan itu, lanjutnya, karena alamnya terdapat perbukitan, pegunungan, dan aliran sungai.
Pulau Jawa Paling Rentan Alami Pergerakan Tanah
Bantu Korban Banjir Bandang di Lebak Banten, Baznas DKI Tanamkan Spirit
IZI Sambangi Wilayah Terdampak Banjir Ciberang Lebak Banten
Dengan kondisi demikian BPBD Kabupaten Lebak mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana alam agar waspada dan siaga sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
Selama ini jumlah rumah yang rusak ringan, sedang, dan berat, akibat pergerakan tanah pada Desember 2025 sampai Senin (26/1) sebanyak 146 rumah.
"Kami menerima laporan korban bencana alam itu sebanyak enam orang meninggal dan satu luka ringan," kata Sukanta.
Sementara itu Anwar (55), warga Kampung Marga Mulya, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, mengaku pihaknya khawatir kondisi rumahnya rusak berat dan hampir roboh akibat pergerakan tanah yang terjadi pekan lalu.
"Kami sekarang, jika curah hujan tinggi, keluarga terpaksa menginap di rumah kerabat karena khawatir roboh," kata Anwar.
Keyword : Pergerakan TanahLebak BantenBPBD Lebak