Senin, 26/01/2026 10:35 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Perdagangan awal pekan, Senin (26/1/2026), nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menunjukkan penguatan.
Apresiasi rupiah terjadi seiring melemahnya indeks dolar, di tengah upaya berkelanjutan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar di pasar valuta asing.
Menukil data Bloomberg di pasar spot exchange, rupiah menguat 57 poin atau 0,34% ke level Rp16.763 per dolar AS.
Pada saat yang sama, indeks dolar tercatat turun 0,5% ke posisi 97,11.
Respons Demo, Menkomdigi Ajak Jaga Ketertiban dan Kualitas Ruang Digital
Massa Aksi di Kawasan Bundaran HI Mulai Membubarkan Diri
Wamentrans Terima Wabup Katingan, Soroti Infrastruktur Desa Transmigrasi
Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan bahwa pihaknya siap untuk membawa rupiah menguat dengan melakukan intervensi dalam jumlah besar melalui pasar offshore NDF, DNDF (domestic non-delivery forward), serta pasar spot.
Bank Indonesia meyakini ke depan akan tetap stabil dengan kecenderungan menguat berkat dukungan imbal hasil yang menarik, inflasi rendah, dan tetap baiknya prospek pertumbuhan ekonomi.
Penguatan rupiah juga akan didukung cadangan devisa (cadev) yang dinilai lebih dari cukup untuk melakukan upaya stabilisasi nilai tukar.
Keyword : Kurs Rupiah Dolar AS Bank Indonesia