Kamis, 15/01/2026 15:10 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Dibutuhkan langkah konkret dari pemerintah untuk memulihkan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana di tiga provinsi di Sumatera.
Anggota Komisi IV DPR RI, Arif Rahman, menyoroti bantuan pemerintah saat ini yang dinilai belum cukup untuk mendukung pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana.
“Banyak peternak yang terdampak, mulai sapi, itik, unggas, sampai babi. Saat ini bantuan hanya berupa pakan ternak dan kesehatan hewan, padahal banyak yang sapinya hilang. Pemerintah harus bisa membantu mereka agar ekonomi masyarakat pascabencana segera pulih,” ujar Arif kepada wartawan, Kamis (15/1).
Raih KWP Award 2026, Amelia Komit Jaga Ruang Digital yang Sehat dan Aman
Sekjen Demokrat Respon RUU Pemilu: Waktu Masih Panjang
Sarmuji Sabet Penghargaan Legislator Responsif Terhadap Aspirasi Publik
Politikus NasDem itu pun menegaskan bahwa perlu koordinasi yang jelas antara pemerintah pusat dan daerah agar bantuan tepat sasaran.
“Kalau mau bicara kebutuhan anggaran pasca musibah, harus jelas dan sinkron. Jangan sampai pemerintah provinsi menyampaikan sekian, kementerian sekian, sehingga hasilnya tidak maksimal,” tegasnya.
Arif menyatakan, dukungan pemerintah, baik dalam bentuk kebijakan maupun anggaran, harus sampai ke tingkat masyarakat terdampak agar program yang dicanangkan Presiden Prabowo benar-benar memberi dampak ekonomi.
“Kalau koordinasi tidak berjalan, apa yang diturunkan pemerintah tidak akan maksimal. Kita ingin program ini benar-benar membantu ekonomi masyarakat ke depan,” kata Arif.
Selain itu, dia juga menyoroti peran Kementerian Kehutanan dalam mencegah bencana serupa terjadi lagi. Ia meminta evaluasi menyeluruh terhadap izin-izin hutan, khususnya di wilayah hulu sungai dan lereng pegunungan yang rawan banjir.
“Menteri Kehutanan harus mengevaluasi secara menyeluruh, tidak hanya ganti rugi atau bidana. Harus ada ketegasan supaya masalah banjir ini tidak berulang setiap tahun. Evaluasi ini penting untuk melindungi masyarakat dan ekonomi mereka,” terangnya.