Rabu, 31/12/2025 09:59 WIB
Aceh, Jurnas.com - Warga di dua gampong/desa di Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, yakni Rembune dan Kampung Pantan Pediangan, mengungsi menyusul status Gunung Bur Ni Telong dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).
"Tadi malam Berdasarkan informasi dari Badan Geologi Kementerian ESDM dan arahan Bupati, kami mengimbau masyarakat di dua gampong tersebut untuk mengungsi," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bener Meriah Ilham Abdi dihubungi di Banda Aceh, Rabu.
Ia menjelaskan peningkatan aktivitas Gunung Bur Ni Telong dinaikkan menjadi Level III atau Siaga sejak 30 Desember 2025 pukul 22.45 WIB.
Ilham Abdi mengatakan sesuai dengan peningkatan status tersebut, maka radius aman ditingkatkan dari tiga kilometer menjadi lima kilometer, sehingga gampong yang berada di radius itu harus mengungsi.
BMKG: 20 Gempa Terjadi di Indonesia pada Selasa Dini Hari
Studi Kontroversial: Semburan Matahari Diduga Bisa Memicu Gempa Bumi
Kementrans: 5.700 KK di Kawasan Transmigrasi Aceh Masih Terdampak Bencana
Ia menyebutkan saat ini masyarakat yang mengungsi kompleks Kampus Unsyiah di daerah itu mencapai dua ribuan pengungsi.
"Kami juga sudah menyiapkan tenda dan yang mengungsi tidak hanya dua gampong, tadi ada masyarakat gampong lainnya yang ikut panik," katanya.
Ia mengatakan untuk gempa yang terasa mencapai sepuluh kali dan pada pagi gempa susulan juga terjadi 2,8 SR.
"Kami mengimbau masyarakat tidak panik dan tidak terpengaruh informasi yang tidak jelas. Masyarakat yang tidak masuk dalam status mengungsi untuk tetap berada di rumah," katanya.
Pihaknya akan menyampaikan informasi secara terkini kepada masyarakat terhadap perkembangan aktivitas Gunung Bur Ni Telong. (Ant)