Rabu, 31/12/2025 06:06 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Densus 88 Antiteror Polri mengungkapkan bahwa tujuh terduga teroris yang diamankan dalam rangka pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 merupakan bagian dari jaringan Negara Islam Indonesia (NII) dan Ansharuh Daulah (AD).
Juru Bicara Densus 88, AKBP Mayndra Eka Wardhana, menjelaskan di Jakarta, Selasa, bahwa dua orang terduga teroris yang ditangkap berasal dari kelompok NII di Sumatera Utara.
“Dilakukan penegakan hukum terkait perannya dalam struktur organisasi NII,” katanya.
Selain itu, Densus 88 juga meringkus lima orang lainnya yang terafiliasi dengan Ansharuh Daulah.
6 Novel Lawas Indonesia yang Masih Digemari Banyak Orang
6 Novel Lawas Indonesia yang Wajib Dibaca Saat Libur Tahun Baru
Tips Kurangi Stres Saat Perjalanan Libur Tahun Baru
“Pendukung Daulah (ISIS) yang aktif menyerukan propaganda dan seruan untuk melakukan aksi teror,” ucapnya.
Kelima terduga tersebut ditangkap di sejumlah wilayah berbeda, meliputi DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Papua.
Dalam Rilis Akhir Tahun 2025 di Mabes Polri, Jakarta, Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol. Syahardiantono memaparkan bahwa Densus 88 berhasil menuntaskan sejumlah kasus penting sepanjang tahun.
Pertama, pengungkapan jaringan radikalisme pada anak di bawah umur yang direkrut melalui dunia maya, melibatkan lima tersangka dengan target 110 anak di 23 provinsi.
Kedua, Densus 88 menggagalkan empat rencana aksi teror yang dirancang kelompok Ansharuh Daulah.
Ketiga, penangkapan tujuh terduga teroris dalam pengamanan Nataru.
Keempat, penanganan 68 anak di 18 provinsi yang terpapar ideologi kekerasan ekstrem melalui grup TCC, termasuk neo-Nazi dan white supremacy.
“Mereka ditemukan telah menguasai berbagai senjata berbahaya dengan rencana aksi yang menyasar lingkungan sekolah serta teman sejawat mereka,” ucapnya. (ANT)
Keyword : Densus 88Natal 2025Tahun Baru 2026Mayndra Eka WardhanaNegara Islam IndonesiaAnsharuh Daulah