Minggu, 21/12/2025 04:05 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Istilah brainroot belakangan ramai digunakan untuk menggambarkan kondisi menurunnya fokus, daya ingat, dan kejernihan berpikir akibat kebiasaan sehari-hari yang tampak sepele.
Tanpa disadari, pola hidup modern, terutama yang berkaitan dengan gawai dan kurangnya istirahat, dapat mempercepat kelelahan kognitif.
Kebiasaan doomscrolling memaksa otak memproses informasi cepat dan dangkal secara terus-menerus. Akibatnya, kemampuan fokus jangka panjang menurun dan otak mudah lelah.
2. Multitasking BerlebihanMengerjakan banyak hal sekaligus seperti chat, email, video, dan pekerjaan, membuat otak sering berpindah fokus. Pola ini mengganggu konsentrasi mendalam dan menurunkan kualitas pengambilan keputusan.
5 Manfaat Melakukan `Solo Date` Bagi Kesehatan Mental
Stres di Masa Remaja Bisa Ganggu Perkembangan Otak Berdampak Jangka Panjang
Begini Penjelasan Kurang Tidur Bisa Bikin Mudah Marah
Tidur yang tidak cukup menghambat proses pemulihan otak dan konsolidasi memori. Dalam jangka panjang, kurang tidur berkaitan dengan penurunan atensi dan kecepatan berpikir.
4. Terlalu Lama Menatap LayarPaparan layar berkepanjangan (ponsel, laptop, TV) dapat memicu kelelahan mental, sakit kepala, dan gangguan fokus. Tanpa jeda, otak sulit mempertahankan performa kognitif optimal.
Kebiasaan mengonsumsi junk food tinggi gula dan lemak jenuh berpengaruh pada kesehatan otak. Asupan nutrisi yang buruk dapat memperburuk konsentrasi dan energi mental.
6. Minim Aktivitas KognitifJarang membaca, berdiskusi, atau melatih otak (misalnya menulis, teka-teki) membuat stimulasi kognitif menurun. Otak membutuhkan tantangan teratur agar tetap tajam.